Buku Prabowo Dibagikan Gratis di CFD Thamrin, Warga Titip Pesan Tak Terduga

Senin, 19 Oktober 2026 | 19:40 WIB
Bagi-bagi buku Prabowo Subianto di CFD Thamrin, Jakarta. (Ist)
BACA 10 DETIK
  • Komunitas Melek Politik membagikan puluhan buku karya Presiden Prabowo Subianto di Car Free Day, Jakarta Pusat, pada 18 Oktober 2026.
  • Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan gagasan pembangunan nasional sekaligus menyerap aspirasi dan respons langsung dari masyarakat perkotaan.
  • Seluruh masukan warga yang terkumpul akan dikompilasi menjadi dokumen analisis kebijakan untuk diserahkan langsung kepada pihak kepresidenan.

Suara.com - Komunitas Melek Politik menggelar aksi bagi-bagi buku karya Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat yang tengah beraktivitas di arena Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2026).

Langkah ini ditujukan untuk memperkenalkan arah gagasan pembangunan nasional dalam masa kepemimpinan Presiden Prabowo, sembari menjaring respons dan aspirasi langsung dari masyarakat perkotaan.

Dua judul buku yang didistribusikan dalam kegiatan tersebut adalah 'Presiden Solusi' dan 'Strategi Transformasi Bangsa'.

Kedua literatur itu merangkum pokok-pokok pikiran strategis kepemimpinan nasional, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hidup masyarakat, percepatan industrialisasi berbasis hilirisasi komoditas, hingga pengembangan kapasitas sains dan teknologi di tanah air.

Perwakilan Komunitas Melek Politik, Agustini Rima, menyampaikan bahwa kegiatan ini difungsikan sebagai medium komunikasi dua arah untuk membedah persepsi warga terhadap capaian kerja pemerintah selama kurun waktu dua tahun terakhir.

"Ini adalah untuk melihat bagaimana respons warga masyarakat terhadap program-program yang sudah dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun kepemimpinan. Dan kami ingin memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang apa sih gagasan-gagasan besar Presiden Prabowo Subianto dalam masa kepemimpinan beliau sebagai Presiden Indonesia, yang semuanya itu gagasan-gagasan beliau telah terangkum dalam dua buku ini," ujar Agustini.

Agustini menjelaskan, bahwa arena CFD di jantung ibu kota dipilih secara sengaja karena merepresentasikan ruang publik yang majemuk dan mempertemukan berbagai kalangan masyarakat dari berbagai penjuru wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Melalui interaksi tatap muka di area pedestrian tersebut, tim relawan mengumpulkan masukan, tanggapan kritis, maupun harapan publik seputar implementasi kebijakan pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Data dan testimoni yang diperoleh dari dialog bersama warga tersebut tidak hanya menjadi catatan internal komunitas. Agustini menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi, masukan kritis, dan rekomendasi perbaikan akan dikompilasi secara terstruktur ke dalam dokumen analisis kebijakan guna diserahkan langsung kepada pihak kepresidenan.

"Kami juga ingin menangkap, menyerap aspirasi masyarakat sekitar terutama di momen CFD ini yang mana memang menjadi titik kumpul masyarakat, warga sekitar dan kami ingin menyerap aspirasi mereka untuk mengetahui bagaimana dampak program pemerintah yang telah sampai kepada masyarakat, apakah memang perlu adanya evaluasi, apakah perlu di mana adanya perbaikan-perbaikan itu, maka itu kemudian akan kami himpun dan akan kami sampaikan dalam bentuk mungkin policy brief yang kemudian akan kami sampaikan kepada Presiden," urai Agustini.

Kegiatan pembagian buku yang berlangsung di sela-sela aktivitas lari pagi dan bersepeda warga di kawasan Thamrin tersebut mendapatkan atensi dari pejalan kaki yang melintas.

Sejumlah warga tampak berhenti sejenak untuk berdialog dengan relawan serta menerima eksemplar buku yang dibagikan secara cuma-cuma.

"Tadi ada beberapa buku sih yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Hari ini ada sekitar mungkin ada puluhan buku yang kami bagikan kepada masyarakat," katanya.

Salah seorang warga DKI Jakarta yang melintas di kawasan Thamrin dan menerima buku tersebut, Siswoyo, menyatakan ketertarikannya terhadap isi buku yang mengulas arah kebijakan kepala negara.

"Iya, saya dapat buku dari Subianto. Senang, karena buku ini menyangkut tentang Presiden Republik Indonesia. Semoga ke depannya jauh lebih bagus," ucap Siswoyo.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com