- Anggota Watimpres Rocky Gerung menyatakan di televisi swasta bahwa pesepak bola Afrika hebat berkat program makan gizi gratis.
- Faktanya sejarah di Afrika Selatan dan Togo menunjukkan program gizi tidak menjangkau anak secara setara serta diwarnai diskriminasi rasial.
- Legenda sepak bola Afrika seperti Emmanuel Adebayor dan Abedi Pele sukses karena akademi khusus bukan karena program gizi gratis.
Adebayor mengatakan dirinya harus berjalan sekitar 5–7 kilometer untuk pergi ke sekolah. Biaya pendidikan juga menjadi beban keluarganya hingga ia berhenti sekolah lebih awal.
Dikutip dari The Guardian, Adebayor bersinar di lapangan hijau setelah mengikuti pusat pengembangan sepak bola di Lomé sebelum mendapat kesempatan berkarier di Prancis.
Akademi sepak bola Lome memiliki afiliasi dengan raksasa Laliga, Real Madrid. Di sini, anak-anak kurang mampu seperti Adebayor ditempa untuk jadi bintang lapangan hijau.
Artinya insting gol dan kemampuan hebat Adebayor di lapangan hijau tidak terbukti karena adanya program sejenis MBG di Togo.
Dari catatan terverifikasi, program sejenis MBG di benua Afrika dijalankan di beberapa negara seperti, Lesotho, Botswana, Benin, Ghana dan Nigeria.
Dua negara terakhir dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola benua hitam, namun tak ada satu pun data terverifikasi yang menyebut bahwa pesepak bola hebat dari dua negara tersebut karena pengaruh program sejenis MBG.
Ghana misalnya ada program sejenis MBG pada 2005, nah menariknya justru di era 90-an banyak bermunculan pemain hebat dari negara tersebut.
Samuel Kuffour misalnya, salah satu bek terbaik Bayern Munich berkarier dari 1993 dan pensiun pada 2006.
Lalu mundur di era 80-an ada Abedi Pele yang menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Piala Afrika 1982, kemudian bersinar pada dekade 1990-an bersama Marseille.
Pele meraih penghargaan African Footballer of the Year tiga kali berturut-turut, pada 1991, 1992, dan 1993.
Sementara di Nigeria, program sejenis MBG juga muncul pada 2005 dengan nama Home-Grown School Feeding and Health Programme.
Faktanya, pemain hebat dari Nigeria muncul jauh sebelum program sejenis MBG itu ada di negara tersebut.
Kesimpulan: pernyataan Rocky Gerung yang mengatakan bahwa pemain hebat dari Afrika karena MBG ialah sesat logika, hoax dan tidak berdasarkan fakta.