Kronologis Warga Bangladesh Dieksekusi Mati di Arab Saudi karena Berbuat Asusila di Masjid

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:31 WIB
Ilustrasi eksekusi mati dengan suntikan di Amerika Serikat (Shutterstock).
BACA 10 DETIK
  • Arab Saudi mengeksekusi mati dua warga Bangladesh di Mekkah atas tuduhan pelanggaran kesucian masjid.

  • Bangladesh menuntut penjelasan resmi dari Saudi karena eksekusi dilakukan tanpa pemberitahuan awal diplomatik.

  • Menlu Bangladesh Humaiun Kobir menyesalkan adanya kesenjangan informasi terkait eksekusi mati warganya tersebut.

Suara.com - Pemerintah Bangladesh mendesak Arab Saudi memberikan klarifikasi resmi usai Riyadh eksekusi mati dua warga negaranya tanpa ada pemberitahuan diplomatik terlebih dahulu. Langkah sepihak otoritas Saudi ini memicu kekecewaan dari pihak Dhaka karena mengabaikan prosedur komunikasi bilateral yang lazim.

Eksekusi yang berlangsung di Mekkah pada Rabu (14/10/2026) tersebut menyasar seorang pria dan wanita asal Bangladesh. Pengadilan setempat menjatuhkan vonis berat atas dakwaan melakukan perbuatan asusila yang dinilai menodai kesucian rumah ibadah.

Keputusan keras pengadilan Saudi ini berlandaskan pada asas hukum tazir, yakni vonis pidana yang diskresinya sepenuhnya berada di tangan hakim. Hakim menilai kadar pelanggaran moral di dalam masjid tersebut sangat berat sehingga menuntut hukuman tertinggi.

Meskipun nama kedua individu tersebut sudah masuk dalam daftar tahanan, otoritas Saudi sama sekali tidak menginformasikan jadwal maupun rencana eksekusi kepada perwakilan Bangladesh. Informasi mengenai pelaksanaan hukuman mati ini justru baru terungkap melalui pengumuman resmi Kementerian Dalam Negeri Saudi beberapa hari setelahnya.

Sikap tertutup Riyadh menciptakan jurang komunikasi yang mengejutkan, mengingat kedua negara selama ini menjalin kemitraan strategis yang sangat erat. Ketiadaan akses informasi ini pun memicu gelombang keresahan serta perhatian luas dari masyarakat Bangladesh.

Dikutip dari BBC, Menteri Luar Negeri Bangladesh, Humaiun Kobir, mengekspresikan kekecewaan mendalam atas minimnya koordinasi resmi dari pemerintah Saudi mengenai nasib warga negaranya. Kobir menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat untuk meminta transparansi menyeluruh atas insiden diplomatik ini.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh kini tengah berupaya keras mendapatkan salinan putusan sidang secara utuh dari pengadilan Saudi. Langkah ini diambil untuk memahami secara detail konstruksi hukum serta kronologi yang berujung pada tindakan hukum mati tersebut.

Penjelasan komprehensif sangat diperlukan oleh Dhaka guna memberikan kepastian hukum dan jawaban transparan kepada publik di dalam negeri. Hubungan kedua negara berpenduduk mayoritas Muslim ini sebenarnya sangat vital, terutama di sektor ketenagakerjaan dan ekonomi.

Saat ini diperkirakan ada lebih dari tiga juta buruh migran asal Bangladesh yang menggantungkan hidupnya di Arab Saudi. Sebagian besar dari para pekerja tersebut berkecipung di sektor non-formal dan pekerjaan berupah rendah yang rentan terhadap perlindungan hukum.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com