- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memantau ketat kondisi WNI di Prancis dan Italia akibat kerusuhan demonstrasi.
- KBRI di Paris dan Roma menerbitkan peringatan dini agar diaspora meningkatkan kewaspadaan serta menjauhi lokasi unjuk rasa.
- Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat hampir 2.400 demonstran ditahan menyusul protes masif terhadap tingginya biaya hidup.
Suara.com - Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir memastikan pemerintah terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Eropa, terutama di Prancis.
"Tentu terus kita, tentu terus kita pantau situasi di Eropa, khususnya di Prancis dan beberapa negara lainnya," kata Tata sapaan akrab Menlu di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu ditanya, apakah ada arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana, terkait hal tersebut, Tata menegaskan kehadiran dirinya di Istana sebatas melaporkan.
"Kalau saya tadi hanya sekadar melapor apa yang kemarin kan ada kunjungan Sekjen PBB, ada kegiatan di Kemlu. Itu aja, tidak ada hal-hal yang ini, hanya rutinlah tadi melapor perkembangan apa, hasil kunjungan tadi Sekjen PBB itu. Itu aja," tutur Tata.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Pemerintah Indonesia meminta seluruh warga negara yang berada di Prancis dan Italia untuk meningkatkan kewaspadaan pasca-demonstrasi besar yang memicu kerusuhan akhir pekan lalu.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyebutkan bahwa perwakilan diplomatik di Paris dan Roma telah menerbitkan peringatan dini bagi diaspora.
"KBRI di Paris dan KBRI di Roma telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasi terkait agar senantiasa berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi keamanan," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Para perwakilan diplomatik menyarankan WNI untuk aktif memantau kanal informasi resmi pemerintah setempat guna menghindari potensi bahaya di lapangan.
Warga diaspora juga diminta menjauhi titik-titik konsentrasi massa serta lokasi aksi unjuk rasa demi keselamatan pribadi.
Penyesuaian jadwal perjalanan menjadi krusial mengingat potensi lumpuhnya layanan transportasi publik akibat gelombang protes tersebut.
Pemantauan intensif terus dilakukan oleh pihak kedutaan besar untuk memastikan keselamatan seluruh warga tanah air di kawasan terdampak.
Jalur komunikasi darurat kini disiagakan penuh guna merespons cepat setiap kebutuhan mendesak dari diaspora Indonesia
Bentrokan massa yang pecah di Prancis berujung pada penahanan ribuan orang serta cederanya ratusan aparat penegak hukum.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat hampir 2.400 demonstran digelandang pihak berwajib akibat kerusuhan yang disertai aksi penjarahan.
Aksi masif tersebut digerakkan oleh kemarahan publik terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok serta tingginya biaya hidup.
Gelombang kemarahan serupa turut menjalar hingga ke Kota Milan di Italia menyusul protes keras terhadap tekanan ekonomi.
Situasi keamanan yang rapuh ini bermula dari tekanan ekonomi global yang memicu eskalasi sosial di berbagai kota besar Eropa.
Dalam kondisi darurat, WNI di Prancis dan Italia dapat menghubungi hotline KBRI di Paris melalui nomor +33-6-2112-2109 dan hotline KBRI di Roma melalui nomor +39-338-954-2333.