- Ali Rif'an mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel Alia Cikini, Jakarta, pada 20 Oktober 2026.
- Program Cek Kesehatan Gratis per 13 Oktober 2026 telah berhasil menjangkau 106,3 juta orang sebagai layanan kesehatan preventif.
- Pemerintah ditantang memperkuat dampak jangka panjang agar kebijakan memberikan perubahan nyata yang dirasakan luas oleh masyarakat.
Suara.com - Dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi capaian serta tantangan pelaksanaan berbagai program kerja pemerintah.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, menilai sejumlah program yang dicanangkan telah menunjukkan capaian konkret.
Kendati begitu, pemerintah dinilai masih harus terus memperkuat hasil dan manfaat kebijakan agar dapat dirasakan secara lebih nyata oleh masyarakat luas.
Salah satu program yang menjadi sorotan utama adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berdasarkan data per 13 Oktober 2026, program layanan kesehatan preventif tersebut tercatat telah menjangkau sebanyak 106,3 juta orang.
“Kalau kita melihat capaian pemerintahan dalam dua tahun ini, ada sejumlah program yang pelaksanaannya sudah terlihat. Cek Kesehatan Gratis, misalnya, telah menjangkau lebih dari 106 juta orang. Ini merupakan capaian yang penting dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ujar Ali dalam diskusi bertajuk “Capaian & Tantangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang digelar di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ali menjelaskan, bahwa meskipun angka keterjangkauan tersebut patut diapresiasi sebagai upaya perluasan layanan dasar, evaluasi tidak boleh berhenti hanya pada output numerik semata.
Pemerintah diimbau untuk turut memantau tindak lanjut hasil pemeriksaan, kemudahan akses ke layanan kesehatan lanjutan, serta efektivitas program dalam membantu masyarakat mendeteksi penyakit sejak dini.
Menurutnya, tantangan terbesar pemerintah ke depan terletak pada peningkatan outcome atau dampak jangka panjang dari setiap kebijakan.
“Banyak program pemerintah yang output-nya sudah berjalan dan terlihat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana memastikan outcome-nya semakin kuat, sehingga program tidak hanya terlaksana, tetapi juga benar-benar memberikan perubahan yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa evaluasi dua tahun kepemimpinan ini harus melihat capaian dan tantangan secara holistik.
Peningkatan efektivitas kebijakan menjadi pekerjaan rumah penting agar manfaat program pemerintah semakin meluas.
Diskusi refleksi yang diselenggarakan oleh Arus Survei Indonesia ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan tokoh media lainnya, di antaranya Arya Fernandes (Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS), Syukri Rahmatullah (Pemimpin Redaksi BeritaSatu), dan Agung Baskoro (Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis).