-
Karakter serial animasi Upin Ipin menyuarakan kritik terhadap ancaman polusi kabut asap.
-
Kampanye digital ini menuntut jaminan hak anak-anak untuk menghirup udara yang bersih.
-
Unggahan tersebut mengajak masyarakat ASEAN menghentikan pembakaran hutan demi kelestarian lingkungan hidup.
Suara.com - Karakter animasi Upin dan Ipin kembali melayangkan sindiran terbuka terhadap bencana polusi kabut asap asal Indonesia yang kerap melanda wilayah Malaysia. Penegasan hak anak-anak atas kualitas lingkungan dan udara sehat menjadi fokus utama gerakan kampanye digital tersebut.
Visual poster memperlihatkan duo kembar ikonik ini sedang berbaring rileks di atas hamparan rumput hijau berlatar langit biru cerah. Ilustrasi kontras ini mempertegas pesan utama yang mereka usung untuk menarik perhatian publik lintas negara.
Slogan utama pada gambar menegaskan kebutuhan mendasar bagi tumbuh kembang generasi muda.
"Udara bersih hak semua," tulisan di poster tersebut.
Pengelola akun resmi animasi populer ini menambahkan narasi pendukung yang langsung menunjuk pada akar penyebab krisis kualitas udara. Mereka menyoroti bahaya praktik perusakan alam yang terus berulang dan merugikan kawasan regional.
"Udara bersih adalah hak semua, tidak peduli di mana kita berada. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi hutan, dan menghentikan pembakaran terbuka demi masa depan anak-anak seperti kami," tulis akun IG @upinipinofficial.
Penggunaan simbol budaya populer asal Malaysia yang sangat digemari publik Indonesia ini menjadi strategi diplomasi lingkungan yang tergolong unik. Sorotan ini sengaja disalurkan lewat media sosial guna menjangkau khalayak yang lebih luas.
Unggahan strategis ini dibubuhi tagar khusus penanda gerakan kawasan seperti #CleanAirForAll dan #HazeFreeASEAN. Langkah tersebut memperkuat tekanan publik terhadap isu pencemaran udara lintas batas negara.
Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan krisis tahunan yang sering memicu ketegangan diplomatik di Asia Tenggara.
Wilayah Malaysia dan Singapura secara rutin menerima dampak paparan asap pembakaran lahan dari area Sumatra dan Kalimantan.