- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan pentingnya aksi nyata di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
- Bahlil menilai generasi muda saat ini lebih melihat tindakan nyata di lapangan daripada sekadar kemampuan berpidato dari seorang pemimpin.
- Partai Golkar memutuskan menambah alokasi bantuan sebesar sepuluh persen bagi pengurus daerah untuk menjalankan program sosial kemasyarakatan.
Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya aksi nyata di tengah masyarakat dibandingkan sekadar berpidato dalam politik modern.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam sambutan pada acara Tasyakuran dan Doa Bersama HUT ke-62 Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Bahlil menilai orientasi generasi muda atau Gen Z terhadap figur politik telah bergeser. Menurutnya, kemampuan berpidato tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan seorang pemimpin partai.
"Karena zaman politik sekarang sudah berbeda dengan zamannya Pak Ical, jamannya Pak Akbar. Kalau dulu pidato-pidato itu penting. Ketua umum kalau pidato itu kan gagah. Kalau sekarang ketua partai terlalu banyak pidato tidak berbuat di lapangan, gen Z tidak akan melihat kita, Bang Ical," ujar Bahlil.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pidato tetap memiliki peran. Namun, kehadiran dan tindakan nyata partai di tengah masyarakat dinilai jauh lebih penting.
"Jadi sekarang kita pidato penting, tapi tindakan-tindakan di bawah jauh lebih penting," tegasnya.
Sebagai bentuk aksi nyata, Bahlil mengungkapkan bahwa Partai Golkar telah memutuskan menambah alokasi bantuan untuk pengurus daerah guna menjalankan berbagai program sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Sudah diputuskan dalam rapat harian, sudah saya meminta kepada pengurus, untuk bantuan kita, kepada DPD 2 dan DPD 1 yang seperti tahun lalu, kita tambah 10% supaya kita buat program ke masyarakat. Langsung kita bikin sembako murah, bikin pengobatan gratis, manfaat sosial aja," tuturnya.
Selain itu, Bahlil mengingatkan kembali sejarah berdirinya Partai Golkar yang mengusung doktrin karya kekaryaan sebagai respons terhadap kondisi bangsa.
Karena itu, ia meminta seluruh kader Golkar, baik yang berada di jajaran eksekutif maupun legislatif, untuk hadir di tengah masyarakat, menampung aspirasi rakyat, dan memperjuangkannya.