Persiapan Sekolah Rakyat Permanen Bergerak, 2 Daerah Siapkan Lahan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:28 WIB
Grobogan dan Melawi Siapkan Lahan Sekolah Rakyat Permanen. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Persiapan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, telah menyiapkan lahan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kesiapan tersebut disampaikan oleh perwakilan kedua pemerintah daerah saat menemui Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa, (20/10/2026).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Indri Agus Velawati mengatakan, pihaknya telah mengusulkan lahan seluas 6,9 hektare yang berlokasi di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi. Sertifikat lahan tersebut juga telah terbit dan diserahkan kepada Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat Kemensos.

"Suratnya sudah terbit. Sudah (diserahkan ke Sekber)," kata Indri.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Melawi menyiapkan lahan yang lebih luas, yakni 9 hektare, di Desa Semadin Lengkong, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa menyatakan pemerintah daerah siap mendukung tahapan persiapan pembangunan, termasuk melakukan pematangan lahan. Proses tersebut akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dengan memanfaatkan peralatan yang dimiliki.

"Untuk pematangan lahan menjadi tanggung jawab Pemda. Nanti kita ratakan pakai alat kita," ujar Dadi.

Dengan demikian, kedua daerah telah menyiapkan lahan dengan total luas 15,9 hektare untuk mendukung rencana pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Kesiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama kelompok Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurut Agus Jabo, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sosial, tetapi juga perlu didukung langkah jangka panjang yang dapat meningkatkan kesempatan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks tersebut, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.

"Salah satu prioritasnya adalah pengentasan kemiskinan," tegas Agus Jabo.

Agus Jabo menekankan, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Di atas Desil 1, Desil 2 tidak boleh. Karena ini tujuannya untuk memutus transmisi kemiskinan," ujarnya.

Lebih lanjut Agus Jabo mengatakan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk memastikan keberhasilan Sekolah Rakyat. Sehingga program ini tidak hanya menghadirkan akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan, dan mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

"Tidak bisa kemudian pemerintah daerah bekerja sendiri, tidak bisa. Pemerintah pusat (bekerja sendiri) tidak bisa, harus kolaborasi," jelas Agus Jabo.***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com