Viral Kain Putih Mirip Bendera Israel Berkibar di Desa Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:20 WIB
Aparat Desa Made Lamongan menurunkan kain mirip bendera Israel demi redam keresahan warga. (BeritaJatim)
BACA 10 DETIK
  • Pemdes Made mencopot kain mirip lambang Israel di rumah warga Lamongan.

  • Aksi ini dilakukan aparat untuk meredam keresahan warga setelah viral di medsos.

  • Pemilik rumah merupakan penyandang gangguan kejiwaan yang tinggal seorang diri.

Suara.com - Pemerintah Desa Made mencopot kait putih mirip gambar bendera Israel yang terpampang di halaman rumah seorang warga pada Selasa (20/10/2026). Langkah cepat ini diambil usai simbol kontroversial tersebut viral di media sosial dan memicu perbincangan publik.

Sekdes Khabbib Yaumiddin bersama Pj Kades Suryo serta Babinsa Nurhadi langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka bahu-membahu menurunkan atribut mencurigakan itu sekaligus menghapus lukisan dinding yang meresahkan.

Selain kain, aparat mendapati dinding bangunan dihiasi simbol segitiga bermata satu hasil goresan cat manual. Kemunculan ornamen asing ini sontak menyita perhatian luas masyarakat digital setempat.

Tindakan tegas pemdes bertujuan meredam potensi gesekan sosial di tengah warga sekitar. Situasi lingkungan harus segera dikondisikan agar tetap aman dan terkendali.

“Ini kita melaksanakan penurunan bendera karena sudah ramai dan mungkin sudah viral di media sosial. Jadi kita bersama Pak Pj Kades Made dan Babinsa Desa Made menurunkan bendera tersebut agar tidak meresahkan lagi,” kata Sekretaris Desa Made, Khabbib Yaumiddin, dikutip dari BeritaJatim.

Khabbib menyebut kain tersebut bukan bendera asli melainkan buatan tangan pemilik rumah memakai cat biasa. Desain visualnya sengaja dibuat menyerupai lambang negara tertentu hingga memancing kehebohan.

Fenomena serupa ternyata pernah terjadi sebelumnya di lingkungan permukiman yang sama. Warga sempat membersihkan atribut serupa tatkala menggelar kerja bakti bersama.

“Dulu sebelumnya memang pernah, cuma sudah diturunkan sama warga saat melaksanakan kerja bakti. Jadi sempat dibersihkan di halaman rumahnya ini, karena meresahkan seperti itu,” ujarnya.

Identitas penghuni rumah diketahui merupakan penyandang gangguan kejiwaan yang hidup seorang diri pascakematian orang tuanya. Kendati demikian, yang bersangkutan sama sekali tidak pernah menunjukkan perilaku agresif.

“Tapi yaang bersangkutan tidak pernah mengamuk. Dia cenderung diam dan menyampaikan ekspresi melalui tulisan maupun gambar-gambar itu,” tuturnya.

Pj Kades Suryo menekankan pentingnya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Stabilitas keamanan wilayah menjadi prioritas utama pemerintah desa.

“Harapan kami ke depan tidak terpasang lagi, agar suasana atau situasi menjadi kondusif. Saya kira itu,” katanya.

Peristiwa ini berakar dari kerentanan psikologis individu yang mengekspresikan diri melalui media visual tanpa pengawasan memadai. Pemerintah setempat kini memperketat pemantauan sosial guna mencegah timbulnya kepanikan massal akibat kesalahpahaman informasi di ruang digital.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com