- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan capaian APBD Triwulan III 2026 di Balai Kota Jakarta pada Rabu (21/10/2026).
- Realisasi belanja daerah mencapai Rp40,40 triliun dan pendapatan daerah membukukan Rp44,98 triliun per 30 September 2026.
- Gubernur menginstruksikan perangkat daerah segera menuntaskan program kerja agar penyerapan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen transparansi anggaran dengan membeberkan capaian kinerja APBD Triwulan III Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam pemaparannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti pentingnya akuntabilitas pengelolaan dana publik agar manfaatnya lekas dirasakan secara nyata oleh segenap warga.
"Yang paling penting adalah pertanyaan mendasar kepada masyarakat, apakah layanan publik di Jakarta menjadi semakin baik?" kata Pramono.
Oleh sebab itu, orang nomor satu di Jakarta tersebut meminta seluruh organisasi perangkat daerah segera menuntaskan program kerja tanpa menunggu batas akhir tahun anggaran.
"Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan, sehingga tidak menumpuk di ujung tahun," tegasnya.
Pramono memandang, penumpukan penyerapan anggaran menjelang tutup tahun sebagai sebuah kebiasaan menahun yang mesti dihentikan.
"Karena ini selalu menjadi tradisi, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, semuanya ditumpuk di ujung tahun, apakah November, Desember, dan sebagainya," sorot eks Sekretaris Kabinet itu.
Dirinya pun memastikan instruksi percepatan persiapan kegiatan telah dicanangkan sejak hari pertama anggaran resmi disahkan.
"Biasanya di DKI Jakarta, sejak awal APBD diketok saya sudah menyampaikan untuk dilakukan persiapan lebih awal, sehingga tidak menumpuk di ujung," kata Pramono.
Terkait angka realisasi per 30 September 2026, pos belanja daerah telah terserap sebesar Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu yang ditargetkan senilai Rp74,29 triliun.
Sementara itu, pos pendapatan daerah telah membukukan penerimaan sebesar Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun yang sebagian besar ditopang oleh sektor perpajakan.
Kinerja anggaran yang tertib dan transparan nantinya diharapkan mampu menjaga ritme pembangunan sekaligus memperkuat posisi Jakarta yang kini bertengger di peringkat ke-140 dunia dalam Oxford Economics Global Cities Index 2026.