Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:06 WIB
Rusia Siapkan Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Perusahaan Rusia Rosatom dan PT Pembangkit Listrik Nuklir menandatangani perjanjian pasokan listrik PLTN terapung di Moskow.
  • Proyek berkapasitas 200 megawatt tersebut direncanakan memasok kebutuhan listrik wilayah Maluku Utara dalam waktu lima tahun mendatang.
  • Inisiatif ini menggunakan skema investasi swasta tanpa anggaran negara serta mengandalkan sistem reaktor nuklir RITM.

Menurut Likhachev, pertemuan tersebut memperkuat keyakinan bahwa Indonesia terus berupaya meningkatkan ketahanan energi dan mencapai netralitas karbon.

“Perjanjian baru ini merupakan langkah penting ke arah tersebut. Rosatom siap menawarkan solusi paling modern dan teruji di pasar dunia,” ujarnya.

Likhachev menambahkan, pihaknya ingin membangun hubungan jangka panjang dengan Indonesia melalui kerja sama di sektor energi nuklir.

Proyek Diklaim Tak Gunakan Anggaran Negara

Direktur Jenderal PT Pembangkit Listrik Nuklir, Yudi Utomo Imardjoko, menyatakan bahwa pihaknya memandang transisi energi Indonesia sebagai prioritas sekaligus tanggung jawab investor nasional.

Menurut Yudi, penyediaan listrik yang bersih, andal, dan rendah karbon merupakan salah satu syarat penting bagi pembangunan jangka panjang serta ketahanan energi Indonesia.

“Kami yakin bahwa penyediaan listrik bersih, andal, dan rendah karbon bagi masyarakat merupakan syarat penting untuk pembangunan jangka panjang dan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Yudi juga menegaskan bahwa proyek tersebut dijalankan dengan skema komersial antarbisnis atau business-to-business (B2B).

Dengan model tersebut, proyek direncanakan menggunakan investasi swasta tanpa mengambil dana dari anggaran negara Indonesia.

Ia menyebut keterlibatan perusahaannya dalam kerja sama tersebut sebagai kehormatan besar, mengingat proyek ini dinilai memiliki arti penting bagi pengembangan energi nuklir di Indonesia.

Meski demikian, skema komersial tersebut tidak menghilangkan kebutuhan terhadap perizinan, pengawasan keselamatan, dan pemenuhan regulasi pemerintah sebelum pembangkit dapat beroperasi.

Listrik Nuklir Ditargetkan Mengalir Lima Tahun Lagi

Berdasarkan keterangan Rosatom, kedua pembangkit nuklir terapung ditargetkan mulai menghasilkan listrik untuk konsumen Indonesia paling cepat lima tahun setelah ketentuan utama kontrak pasokan listrik berlaku.

Artinya, jadwal tersebut bergantung pada mulai berlakunya ketentuan kontrak dan bukan semata-mata pada tanggal penandatanganan kesepakatan.

Tahapan teknis dan persiapan proyek tetap menjadi faktor penting dalam menentukan realisasi target tersebut.

Indonesia sendiri telah memasukkan energi nuklir ke dalam rencana energi nasional pada 2025.

Pemerintah memandang energi nuklir sebagai salah satu pilihan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung target netralitas karbon pada 2060.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengunjungi Moskow pada musim panas 2024 dan melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk bekerja sama dengan Rosatom.

Rusia Tawarkan Dua Tahap Pengembangan Nuklir

Rosatom disebut menawarkan pendekatan dua tahap untuk pengembangan energi nuklir Indonesia.

Tahap pertama berfokus pada penempatan pembangkit nuklir terapung berkapasitas relatif kecil.

Pada tahap kedua, Rusia menawarkan pembangunan PLTN darat dengan reaktor berkapasitas lebih besar.

Pendekatan ini berpotensi membuka jalan bagi pengembangan energi nuklir secara bertahap sesuai kebutuhan listrik Indonesia.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya diversifikasi sumber energi di negara kepulauan yang menghadapi tantangan penyediaan listrik di berbagai wilayah.

Namun, pelaksanaannya akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, kelayakan ekonomi, regulasi, serta standar keselamatan nuklir.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com