Prabowo: MSCI Mau Takut-takuti Kita

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/@prabowo)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi tekanan dari MSCI.

  • MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi pasar mandiri.

  • Pemerintah siap menerapkan penghematan anggaran besar-besaran untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International atau MSCI. Sikap tersebut disampaikan di tengah ancaman penurunan status pasar modal domestik yang menjadi sorotan publik.

Pemerintah menyadari bahwa tantangan ekonomi yang harus dihadapi saat ini masih tergolong besar. Di sisi lain, masyarakat luas tetap menaruh harapan besar agar pemerintah mampu memberikan hasil nyata.

Berbagai gangguan dinilai akan terus bermunculan dalam perjalanan mengawal perekonomian nasional. Meski demikian, seluruh elemen bangsa diinstruksikan agar tetap berani menghadapi setiap rintangan yang ada.

"MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

"Kita punya kekuatan, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak mengenal menyerah," ujarnya.

Langkah antisipatif juga disiapkan pemerintah untuk meredam gejolak ekonomi global yang tidak menentu. Apabila situasi mendesak, kebijakan efisiensi anggaran secara masif siap diterapkan dalam waktu dekat.

"Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kalau lebih hemat lagi nanti," kata Prabowo.

Ancaman terhadap pasar keuangan Indonesia bermula dari pengumuman resmi lembaga indeks global tersebut pada pertengahan Oktober 2026.

Pada 16 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri atau standalone market. Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Langkah peninjauan status tersebut dipicu oleh sejumlah catatan khusus dari para pelaku pasar internasional.

MSCI menyebut usulan tersebut didasari kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

Selain itu, efektivitas langkah perbaikan yang dicanangkan otoritas keuangan dalam negeri turut menjadi sorotan utama.

Kemudian, MSCI menilai reformasi yang diumumkan otoritas Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten dan berdampak signifikan.

Dampak dari proses konsultasi panjang ini langsung dirasakan oleh aktivitas perdagangan saham emiten lokal di kancah global.

Selama proses konsultasi, MSCI juga tetap membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com