- Presiden Prabowo membuka Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).
- Pemerintah menghadapi berbagai tantangan global berupa krisis, konflik, perang terbuka, perang dagang, dan persaingan hegemoni dunia.
- Indonesia juga harus menghadapi dampak perubahan cuaca serta bencana alam akibat berada di wilayah lingkaran api.
Suara.com - Krisis lingkungan hingga peperangan menjadi topik yang disinggung Presiden Prabowo Subianto saat membuka Sidang Kabinet Paripurna bertajuk "2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri".
Di hadapan jajaran kabinet, Prabowo mengingatkan bahwa pemerintahannya telah berjalan selama dua tahun. Selama periode tersebut, para anggota kabinet telah bekerja sama mengemban amanah rakyat.
Prabowo menyadari pemerintahannya kini menghadapi berbagai tantangan.
"Saudara-saudara, lingkungan global pada saat kita menjalankan pemerintahan cukup menantang. Lingkungan global yang kita hadapi sekarang penuh dengan krisis, penuh dengan konflik, bahkan peperangan hampir di semua wilayah dunia kita terjadi perang perang fisik perang terbuka," tutur Prabowo di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Selain perang fisik, Prabowo mengatakan konflik yang terjadi juga mencakup perang dagang, perang ekonomi, termasuk perang tarif.
Ia berujar, Indonesia saat ini berada dalam kondisi global yang ditandai persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar.
"Saudara-saudara sekalian, kondisi Global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara karena dunia kita sudah saking terintegrasinya. Kita saling bergantung satu sama lain," kata Prabowo.
Di tengah persaingan geopolitik yang keras, Prabowo mengatakan Indonesia juga menghadapi dampak perubahan cuaca yang memicu berbagai gejolak.
"Kita juga tidak bisa lepas bahwa kenyataannya kita berada dalam apa yang disebut The Ring of Fire. Kita menempati gugusan kepulauan yang merupakan bagian dari lingkaran api terdiri dari gunung-gunung berapi, lempengan-lempengan kontinental yang secara teratur akan bergerak, yang mengakibatkan berbagai fenomena," kata Prabowo.
"Dan terus terang saja memberi tantangan kepada kita menghadapi bencana alam," pungkasnya.