- Presiden Prabowo Subianto membentuk koalisi besar untuk menyatukan kekuatan politik demi memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.
- Prabowo menolak anggapan bahwa kabinet pemerintahannya yang berukuran besar dinilai gemuk serta tidak efisien.
- Prabowo membandingkan Indonesia dengan Eropa yang memiliki 30 negara dan puluhan kabinet pemerintahan berbeda.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui koalisi yang dibentuknya memang besar. Namun, ia menolak jika kabinet pemerintahannya disebut gemuk dan tidak efisien.
Prabowo mengatakan, koalisi besar dibentuk agar sebanyak mungkin kekuatan politik dapat bersatu untuk memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.
Ia menegaskan tidak ingin mengutak-atik hal-hal yang sudah berlalu. Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar memiliki dinamika politik yang juga besar.
“Pasti persaingannya keras, kursi terbatas. Kok ada yang senyum ya? Pemimpin partai ini sadar kursi terbatas. Presiden hanya satu,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian membantah anggapan bahwa kabinet yang dipimpinnya terlalu gemuk dan tidak efisien.
Ia membandingkan Indonesia dengan Eropa yang memiliki wilayah luas, tetapi terdiri dari puluhan negara dengan pemerintahan masing-masing.
“Tapi saudara-saudara, saya ingatkan negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa. Eropa itu, 30 negara. Ada 30 kabinet. Ada 30 Menteri Keuangan. Ada 30 Panglima TNI. Ada 30 Jaksa Agung. Ada 30 Kapolri,” kata Prabowo.
“Indonesia satu kabinet, saudara-saudara. Mana yang, mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?” sambung Prabowo.