- Evident Institute merilis kajian komunikasi pemerintahan Prabowo-Gibran pada yang menyatakan dialog sukses menghasilkan kebijakan ketenagakerjaan dan ojek online.
- Sebagian dunia usaha menahan rekrutmen karyawan akibat fluktuasi nilai tukar serta kendala penyaluran kredit perbankan yang memerlukan perhatian pemerintah.
- Masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dengan memanfaatkan pinjaman online dan gadai, sehingga membutuhkan evaluasi jaring pengaman sosial yang tepat sasaran.
Pendekatan serupa dinilai layak diterapkan dalam penyusunan kebijakan ekonomi lainnya.
Evident Institute menyarankan pemerintah memperluas dialog, khususnya dengan pelaku usaha yang masih menghadapi ketidakpastian.
Komunikasi rutin dan penambahan insentif usaha dinilai berpotensi mendorong perusahaan kembali merekrut tenaga kerja serta memperluas bisnis.
Dunia Usaha Masih Menahan Rekrutmen Karyawan
Di balik capaian komunikasi kebijakan, Evident Institute mencatat sebagian perusahaan di sektor manufaktur hingga perusahaan rintisan atau startup masih menahan perekrutan karyawan baru.
Kondisi tersebut terjadi di tengah fluktuasi nilai tukar dan pendanaan yang belum semudah sebelumnya.
Selain itu, sejumlah kredit perbankan yang telah disetujui juga belum sepenuhnya disalurkan, yang menurut kajian tersebut mengindikasikan pemulihan sektor riil masih membutuhkan waktu.
Situasi ini menjadi alasan pemerintah perlu memperkuat komunikasi dengan dunia usaha sekaligus memahami hambatan yang dihadapi perusahaan.
Kebijakan yang lebih responsif diharapkan dapat membantu memulihkan kepercayaan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi dan membuka lapangan kerja.
Evident Institute juga mengusulkan subsidi pembelian produk manufaktur dalam negeri untuk membantu menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung konsumsi domestik sekaligus memberikan dorongan bagi industri nasional.
Pinjol dan Gadai Jadi Perhatian di Tengah Tekanan Ekonomi
Tekanan ekonomi juga tercermin dari temuan mengenai sebagian rumah tangga yang semakin memanfaatkan pinjaman online (pinjol) dan pembiayaan gadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan mendesak.
Evident Institute mengingatkan pemerintah agar memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat tersebut.
Meski tidak mewakili kondisi seluruh masyarakat, kelompok ini dinilai perlu mendapat perhatian melalui mekanisme jaring pengaman sosial yang tepat sasaran.
Pemerintah juga disarankan menjadikan keluhan ekonomi yang muncul di ruang publik sebagai bahan evaluasi kebijakan.
Dengan memahami persoalan yang dihadapi rumah tangga, intervensi pemerintah diharapkan dapat menjangkau kelompok yang membutuhkan secara lebih efektif.
Di sisi lain, program besar seperti Makan Bergizi Gratis perlu dievaluasi secara berkala, termasuk dari sisi keberlanjutan pembiayaannya.
Evaluasi tersebut penting agar manfaat program dapat dipertahankan dalam jangka panjang tanpa mengabaikan kebutuhan pembangunan lainnya.