Arab Saudi Kembali Diserang Hingga Jatuh Korban Jiwa, Drone Hantam Bandara Dammam

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:40 WIB
Serangan Houthi di Arab Saudi Oktober 2026 [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Serangan di Bandara King Fahd Dammam menyebabkan satu orang tewas dan delapan luka-luka.

  • Dua hari sebelumnya, gempuran drone di kilang minyak Aramco menewaskan dua pekerja asing.

  • Eskalasi militer antara Arab Saudi dan Houthi kian memperkeruh stabilitas keamanan kawasan.

Suara.com - Satu orang dilaporkan tewas dan 8 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden serangan mendadak yang menghantam Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, pada Rabu (21/10).

Tragedi berdarah ini menandai babak baru eskalasi keamanan di kawasan Teluk yang kian mengancam fasilitas publik serta infrastruktur vital negara tersebut.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) melaporkan korban luka sudah dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan medis.

Dikutip dari Al Jazeera, para korban selamat saat ini harus menjalani perawatan intensif akibat cedera yang bervariasi.

Pihak berwenang sejauh ini belum mengumumkan sosok maupun kelompok penyusup yang bertanggung jawab atas kehancuran di area penerbangan sipil tersebut.

Insiden mematikan di bandara ini terjadi hanya selang dua hari setelah fasilitas energi nasional mereka disusupi armada udara tanpa awak.

Kementerian Energi Saudi melaporkan dua orang tewas usai pasukan pertahanan mencegat drone yang menargetkan ladang minyak Aramco di Shaybah.

Kehadiran pesawat nirawak tersebut memicu ledakan susulan di area kilang minyak hingga memakan korban dari kalangan pekerja asing.

"Percobaan serangan itu telah menyebabkan dua orang tewas yaitu satu warga Filipina, dan satu warga Nepal, dan dua lainnya mengalami luka-luka," demikian menurut kementerian, dikutip Arab News.

Dua korban luka dalam insiden di area penambangan minyak tersebut dikonfirmasi berasal dari Asia Selatan.

Mereka yang terluka adalah warga negara India dan warga negara Pakistan.

Rentetan serangan itu berlangsung saat Saudi perang dengan milisi penguasa Yaman Houthi sejak beberapa bulan lalu.

Saling balas gempuran udara antara kedua belah pihak terus memperburuk krisis kemanusiaan dan stabilitas geopolitik regional.

Aksi saling gempur ini sempat mencapai titik terpanas pada pekan sebelumnya lewat serangan bertubi-tubi ke fasilitas penerbangan.

Pekan lalu, Houthi menggempur dua bandara internasional Saudi dan menyebakan 13 orang tewas serta lainnya mengalami luka-luka.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com