Local Media Summit 2026 Resmi Dibuka, Suwarjono: Pentingnya Kolaborasi Hadapi Gempuran AI

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:03 WIB
Local Media Summit 2026 Resmi Dibuka, Suwarjono: Pentingnya Kolaborasi Hadapi Gempuran AI [Suara.com/Galih]
BACA 10 DETIK
  • Pimpinan Redaksi Suara.com Suwarjono menyatakan media lokal wajib bertransformasi menghadapi AI pada Local Media Summit di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
  • Media daerah harus mengoptimalkan konten lokal yang akurat dan relevan untuk mengatasi persaingan ketat di tengah disrupsi teknologi digital.
  • Perubahan sumber pendanaan mengharuskan perusahaan media melakukan diversifikasi pendapatan demi menjaga keberlanjutan operasional serta kualitas jurnalisme.

Suara.com - Industri media menghadapi tantangan besar di tengah perubahan perilaku audiens, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga pergeseran model bisnis.

Untuk bertahan dan tetap relevan, media lokal dituntut bertransformasi, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan strategi bisnis yang berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Pimpinan Redaksi Suara.com Suwarjono pada pembukaan Local Media Summit 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Suwarjono menegaskan, perusahaan media tidak cukup hanya memastikan informasi sampai kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pembaca.

Poster kegiatan Local Media Summit (LMS) 2026. [Suara.com]

“Perubahan yang terjadi sekarang tidak lagi model gradual, tetapi melompat. Kalau tidak banyak sharing, tidak banyak melakukan diskusi, kita akan ketinggalan,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat empat tantangan utama yang perlu dihadapi industri media, yakni perubahan perilaku audiens, perkembangan teknologi, strategi produksi konten, dan model bisnis.

Perubahan Audiens dan Teknologi AI Jadi Tantangan Media

Perubahan cara masyarakat mengakses informasi menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Perjalanan industri dari media cetak, multimedia, website, media sosial, hingga pemanfaatan AI menunjukkan bahwa pola konsumsi berita terus berkembang dengan cepat.

Di tengah perubahan tersebut, perusahaan media harus memahami platform yang digunakan audiens, jenis informasi yang dibutuhkan, serta cara masyarakat berinteraksi dengan konten.

Kemampuan membaca perubahan perilaku pembaca menjadi faktor penting untuk mempertahankan relevansi media.

Perkembangan AI juga menuntut perusahaan media meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia.

Tanpa pembaruan kemampuan secara berkelanjutan, kesenjangan penguasaan teknologi antara media di Jakarta dan daerah berpotensi semakin lebar.

Karena itu, forum berbagi pengalaman, diskusi, pelatihan, dan lokakarya dinilai penting untuk memperkuat kapasitas pelaku media.

Kolaborasi diharapkan membantu media lokal memahami perkembangan teknologi sekaligus mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com