- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan 12.000 lowongan pekerjaan melalui bursa karier di Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada 22-23 Oktober 2026.
- Gubernur Pramono Anung menyatakan acara tersebut terbuka bagi seluruh warga dari berbagai daerah serta para penyandang disabilitas tanpa batasan KTP.
- Pameran inklusif yang diikuti 105 perusahaan ini mencatat lebih dari 28.000 pendaftar daring menjelang pembukaan dan menyediakan layanan wawancara langsung.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka asa besar bagi para pencari kerja dengan menghadirkan 12.000 lowongan kerja melalui bursa Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026.
Perhelatan akbar yang merangkul 105 perusahaan lintas sektor ini dihelat di Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2026.
Bagi masyarakat yang berhalangan hadir langsung ke lokasi pameran, registrasi daring tetap dapat diakses melalui portal resmi https://karir.jakarta.go.id hingga 29 Oktober 2026.
Peluang menjemput rezeki di ibu kota ini dipastikan bebas dari sekat kependudukan karena terbuka luas bagi warga ber-KTP daerah mana pun serta para penyandang disabilitas.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menandaskan asas keadilan dan kesetaraan tersebut secara gamblang saat meresmikan pembukaan acara pada Kamis (22/10/2026).
"Jakarta selalu membuka diri bagi siapa pun untuk mencari kerja. Kami tidak pernah membatasi apakah itu KTP Jakarta atau bukan KTP Jakarta. Jakarta adalah kota yang harus memperlakukan yang sama bagi semuanya, termasuk untuk disabilitas," tegas Pramono.
Antusiasme publik terhadap bursa kerja inklusif ini terbukti sangat masif lantaran telah menembus lebih dari 28.000 pendaftar daring menjelang pembukaan acara.
Melihat tingginya gelombang peminat, Pramono turut melayangkan harapan tulus bagi para pencari nafkah.
"Mudah-mudahan, saya ikut berharap dan mendoakan saudara-saudara sekalian segera mendapatkan pekerjaan di Jakarta ini," kata eks Sekretaris Kabinet tersebut.
Selain memfasilitasi pencocokan profil pelamar, pameran ini juga dilengkapi layanan wawancara langsung, konsultasi karier, hingga agenda peningkatan keterampilan kerja.
Langkah pembukaan bursa kerja ramah disabilitas dan tanpa batasan domisili ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kesetaraan hak berkarier bagi seluruh anak bangsa.