Arif Rahman Resmi Pimpin Petani NasDem, Bidik Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:13 WIB
Arif Rahman resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Petani NasDem periode 2026-2029, di Jakarta, Kamis (22/10/2026). [Media Partai NasDem]
BACA 10 DETIK
  • Arif Rahman resmi dilantik Surya Paloh sebagai Ketua Umum DPP Petani NasDem di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Pengurus baru berkomitmen menyelaraskan gerakan restorasi Partai NasDem dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Organisasi ini menetapkan tiga program strategis meliputi demplot pertanian terintegrasi, pemberdayaan nelayan, serta pengembangan perhutanan sosial dan KHDPK.

Suara.com - Arif Rahman resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Petani NasDem periode 2026–2029. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Pengesahan kepengurusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai NasDem Nomor 262-Kpts/DPP-NasDem/VIII/2026.

Arif Rahman didampingi tiga wakil ketua umum, yaitu Ananda Tohpati, M. Habibur Rochman, dan Benny Subani. Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Muslim Ayub, sedangkan Bendahara Umum dipercayakan kepada Imam Taufik.

Dalam sambutannya, Arif menegaskan komitmen Petani NasDem untuk menyelaraskan gerakan restorasi perubahan Partai NasDem dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta masyarakat sekitar hutan.

“Di luar sana banyak yang mencoba membenturkan gerakan perubahan dengan Asta Cita. Hari ini di hadapan Bapak (Surya Paloh), saya tegaskan tidak ada yang perlu dibenturkan. DPP Petani NasDem adalah wadah untuk menyatukan gerakan perubahan NasDem menuju Asta Cita pemerintahan Prabowo,” tegas Arif, dikutip dari keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Arif, yang juga merupakan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem, mengumumkan tiga program strategis yang menjadi fokus utama kepengurusannya.

1. Pembangunan Demplot Pertanian Terintegrasi

Pembangunan lahan seluas dua hektare di setiap provinsi untuk mengoptimalkan komoditas unggulan daerah, memperkuat akses pasar, serta membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Hasilnya diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pasar ekspor.

2. Pemberdayaan Kampung Nelayan Merah Putih dan Budidaya Perikanan

Penguatan sarana bagi nelayan, seperti dermaga, cold storage, pabrik es, kecukupan pasokan solar, dan koperasi, serta pengembangan budidaya ikan lele dan nila.

3. Pengembangan Perhutanan Sosial dan KHDPK

Pemanfaatan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Arif menegaskan pentingnya mengintegrasikan seluruh potensi sumber daya alam tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

“Dari gunung, dari sawah, dari pesisir sampai ke kelautan, semuanya kalau kita muliakan, rakyat pasti berdaya. Petani berdaya, nelayan berdaya,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh jajarannya akan segera bergerak untuk mengimplementasikan program-program tersebut di lapangan.

“Saksikan kami, Ketum, bahwa kami akan buktikan jika tanah, laut, hutan dimuliakan, jika petani nelayan berdaya dan berdaulat, maka Indonesia jaya bukan lagi mimpi. Semua akan jadi kenyataan,” pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com