Peringati Hari Santri, Siswa Sekolah Rakyat Tampilkan Puisi tentang Mimpi dan Perjuangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:40 WIB
Yasmin Firdausy, saat dia membacakan puisi bertajuk ‘Dari Bumi Kiai Bisri, Kami Menggapai Mimpi’ di Aula SRT 1 Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). (Dok: Kemensos)

“Bagi yang ingin kuliah dan memiliki kemampuan akademik, nanti akan melanjutkan kuliah dengan dibiayai oleh pemerintah, selama kemampuan akademiknya mencukupi. Namun, kalau tidak ingin kuliah, boleh langsung bekerja. Nanti bisa menjadi pekerja terampil di dalam negeri atau luar negeri,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Supomo, Inspektur Jenderal Kementerian Sosial Dody Sukmono, jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Syaiful Anwar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang, serta pejabat terkait lainnya.

Berikut versi lengkap puisi yang dibacakan oleh Yasmin Firdausy:

Dari Bumi Kiai Bisri, Kami Menggapai Mimpi

Gus Dur pernah berpesan,

“Memuliakan manusia berarti memuliakan Penciptanya.”

Pesan itu sederhana,
tetapi begitu dalam maknanya.

Sebab setiap manusia berharga,
setiap anak memiliki hak yang sama,
dan setiap mimpi layak diberi kesempatan.

Aku berdiri di sini,
di Jombang, bumi para kiai,
tanah tempat KH Hasyim Asy’ari menanamkan cinta negeri,
tanah tempat KH Wahab Hasbullah menanam keteladanan,
Dan tanah tempat KH Bisri Syansuri mengajarkan arti kemanusiaan.

Di sini, dari Tebuireng hingga Denanyar,
doa-doa dipanjatkan,
ilmu diwariskan,
dan cinta Tanah Air terus dinyalakan.

Tetapi izinkan aku bercerita…

Aku hanyalah anak dari keluarga sederhana.

Emak, Bapakku mungkin tak punya banyak harta untuk diwariskan,
tetapi mereka tak pernah kehabisan doa untuk masa depanku.

Lalu sebuah pintu terbuka.

Namanya…
SEKOLAH RAKYAT!

Di sinilah aku menemukan jawaban.

Di sini aku belajar,
di sini aku tumbuh,
di sini aku mulai percaya,

Bahwa masa depan tidak ditentukan oleh seberapa kaya orang tua kita, tetapi oleh seberapa kuat kita berusaha!

Bapak Presiden Prabowo Subianto,

Mungkin Bapak tidak mengenal namaku.
Mungkin Bapak tak pernah bertemu emak dan bapakku.

Tetapi kebijakan Bapak
telah mengetuk pintu rumahku.

Mengubah kecemasan menjadi harapan,
mengubah keraguan menjadi keberanian.

Bapak Presiden,

Terima kasih telah melihat kami,
anak-anak yang mungkin selama ini tak terlihat.

Terima kasih telah memberi kami kesempatan
untuk mengubah garis kehidupan.

Dan hari ini,
Dari Jombang, Bumi Para Kiai,
Kami Mengucapkan…
Selamat Hari Santri 2026!
Semoga Semangat Para Ulama Dan Santri Terus Menyala!

Dari Bumi Tempat Kiai Bisri Syansuri, Kami Kini Menggapai Mimpi!
Jayalah Santri! Jayalah Indonesia! ***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com