Kadet Unhan Diduga Aniaya Siswa Sekolah Rakyat di Jember, Gus Ipul: Tak akan Kami Diamkan

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:42 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan siap mendalami dugaan kekerasan oleh mahasiswa Universitas Pertahanan di Jember.
  • Dugaan penganiayaan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat tersebut terjadi di Desa Pancakarya pada Jumat, 23 Oktober 2026.
  • Kemensos akan menindaklanjuti temuan ini bersama Universitas Pertahanan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program pendampingan siswa.

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan siap mendalami dugaan kekerasan dalam kegiatan pendampingan siswa Sekolah Rakyat oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) dan menindaklanjuti temuan tersebut bersama pihak terkait.

“Jadi saya ingin mengetahui lebih lanjut dan nanti kita akan ambil langkah-langkah bersama dengan Universitas Pertahanan, kalau itu memang benar terjadi,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf kepada wartawan di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Gus Ipul menegaskan, pendalaman diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut kejadian yang dilaporkan, sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan mahasiswa Unhan di Sekolah Rakyat.

Sebelumnya, beredar informasi mengenai dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh kadet atau calon perwira dari Universitas Pertahanan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan pihaknya menyesalkan dugaan insiden kekerasan tersebut apabila terbukti terjadi karena tidak sesuai dengan tujuan kehadiran mahasiswa Unhan untuk memperkuat pendampingan dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.

Secara umum, Gus Ipul menegaskan bahwa pendampingan yang melibatkan sekitar 1.500 mahasiswa dan pengasuh Unhan selama dua minggu terakhir berjalan dengan baik.

Namun, dugaan insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan pendampingan ke depan.

“Nanti akan kami dalami lebih lanjut dan ini pasti akan kita tindak lanjuti, tidak akan kita diamkan dan sebagai bahan evaluasi kita,” ujar dia sebagaimana dilansir Antara.

Ia menjelaskan mahasiswa Unhan yang bertugas mendampingi siswa Sekolah Rakyat tidak bekerja sendiri, tetapi didampingi pengasuh yang berkoordinasi dengan kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan sekolah tersebut.

Gus Ipul juga mengatakan pihaknya akan melakukan mitigasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, sembari memastikan manfaat program pendampingan tetap dapat dirasakan siswa Sekolah Rakyat.

Ia berharap dugaan insiden tersebut tidak menghilangkan manfaat pendampingan yang selama ini telah berjalan secara umum dengan baik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com