Peringatan Dini BMKG, 13 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Diterpa Angin Kencang

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:58 WIB
Penampakan awan mendung yang menyelimuti permukiman dan gedung bertingkat di Jakarta, Senin (20/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Warga Jakarta Selatan dan Timur diimbau waspada terhadap potensi angin kencang pada Jumat, 23 Oktober 2026.
  • Fenomena cuaca ekstrem tersebut mulai terdeteksi sejak pukul 14.55 WIB dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
  • Kondisi ini berisiko memicu pohon tumbang, patahan ranting, serta kerusakan fasilitas publik dan papan reklame di berbagai kecamatan.

Suara.com - Warga di wilayah DKI Jakarta, khususnya bagian selatan dan timur, diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini potensi amuk angin kencang pada Jumat (23/10/2026).

Fenomena cuaca ini mulai terdeteksi sejak pukul 14.55 WIB di seluruh wilayah penyangga, sebelum akhirnya meluas menyasar kawasan ibu kota.

Kota Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang diprakirakan menerima perluasan embusan angin kencang tersebut.

Titik rawan di Jakarta Selatan mencakup kawasan permukiman dan perkantoran di Kecamatan Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, serta Cilandak.

Potensi ancaman serupa juga merambah area Kebayoran Baru, Pancoran, Jagakarsa, hingga Pesanggrahan.

Selain wilayah selatan, terpaan angin kencang bergolak ini turut mengintai sejumlah titik strategis di Kota Jakarta Timur.

Sebaran fenomena cuaca di Jakarta Timur diprakirakan melintasi jalur padat penduduk di Kecamatan Kramatjati, Pasar Rebo, dan Makasar.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar Kecamatan Ciracas dan Cipayung pun diminta siaga terhadap perubahan kekuatan angin ini.

Embusan angin kencang berpotensi memicu bahaya pohon tumbang, patahan ranting, hingga kerusakan fasilitas publik dan papan reklame di jalur protokol.

Prakirawan BMKG dalam pernyataan resminya mengingatkan bahwa dinamika cuaca ini belum akan mereda dalam waktu singkat.

“Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 17:00 WIB,” kata dia di laman BMKG.

Para pelintas jalan dan pengendara di Jakarta diimbau untuk tidak berteduh di bawah objek rapuh demi menghindari marabahaya hingga petang nanti.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com