- Ibu dan anak asal Bogor tewas dibunuh suami siri di Madiun.
- Pembunuhan dipicu motif cemburu dan kebohongan pelaku yang terbongkar di hotel.
- Jasad korban digiling dan dibakar pelaku untuk menghilangkan jejak kejahatan.
Suara.com - Misteri hilangnya seorang ibu berinisial Dini Hardiyanti (30) dan buah hatinya, AGF (4), asal Bogor, Jawa Barat, akhirnya menemui titik terang yang memilukan.
Alih-alih hilang tanpa jejak sejak akhir September lalu, keduanya ternyata tewas dihabisi secara keji oleh Dwi Bagus Martono (DBM) alias Tono (40), yang merupakan suami siri korban, Dini Hardiyanti (30).
Peristiwa biadab yang terjadi di Kota Madiun ini menyedot perhatian publik setelah terungkapnya cara pelaku melenyapkan jasad kedua korban menggunakan mesin penggiling daging sampai akhirnya dibakar.
Berdasarkan penyelidikan kepolisian dan keterangan saksi, berikut deretan fakta mencengangkan di balik kasus pembunuhan sadis ibu dan anak di Madiun tersebut:
1. Pelaku Dipastikan Beraksi Sendirian
Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan penyidik, kepolisian menegaskan bahwa DBM menghabisi nyawa Dini dan putranya seorang diri tanpa bantuan orang lain.
Seluruh rangkaian aksi keji mulai dari pembunuhan, pemusnahan jasad, hingga upaya penghilangan barang bukti dieksekusi secara tunggal oleh pelaku.
2. Cemburu Jadi Motif Pembunuhan
Motif di balik pembunuhan ini disinyalir dipicu persoalan api cemburu dan kebohongan yang terbongkar.
Pada 19 September, istri sah DBM meminta untuk dijemput.
Demi melancarkan aksinya, DBM berbohong kepada istri sirinya (Dini) dengan dalih keluar untuk menambal atau membenahi ban mobil.
Namun kebohongan itu terendus oleh Dini. Saat DBM kembali ke Hotel Mataram Baru, tempat Dini dan anaknya menginap untuk merayakan ulang tahun sang balita, pertengkaran hebat pun pecah hingga berujung pada aksi penganiayaan maut.
Dini tewas setelah dicekik di dalam kamar hotel, sementara balitanya dihabisi terpisah di mobil/rumah pelaku.
3. Istri Sah Tidak Tahu Menahu
Penyidik memastikan bahwa istri sah pelaku yang berprofesi sebagai seorang guru sama sekali tidak terlibat dan tidak mengetahui aksi keji suaminya.