Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat panen padi.
BACA 10 DETIK
  • Gubernur Ahmad Luthfi optimistis target produksi padi Jawa Tengah tahun 2026 tercapai karena hujan mulai turun.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan infrastruktur air, pompanisasi, dan asuransi gagal panen untuk melindungi lahan pertanian.
  • BMKG memprediksi musim hujan di Jawa Tengah dimulai November 2026 dengan waktu yang tidak merata antarwilayah.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengaku optimistis produksi padi pada 2026 di wilayahnya mampu memenuhi target, seiring dengan hujan yang mulai turun di sejumlah daerah.

"Alhamdulillah kemarin sudah mulai hujan, semoga sampai Desember nanti kita mampu mencapai target," kata Luthfi pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Luthfi menjelaskan, Jawa Tengah merupakan salah satu penumpu pangan nasional. Pada 2025 lalu, produktivitas padi di provinsi dengan jumlah penduduk hampir 38 juta jiwa tersebut mencapai sekitar 11,5 juta ton. Pada mulai Januari-September 2026, produktivitas padi sudah mencapai 8,5 juta ton. Hingga akhir 2026 ditergetkan bisa mencapai 10,5 juta ton.

Sebelum itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah melakukan langkah antisipasi dan penanganan dampak kemarau terhadap lahan pertanian. Antisipasi itu sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Mulai dari pemetaan daerah rawan, kesiapan infrastruktur seperti waduk dan embung, saluran irigasi tersier dan sekunder, hingga kolaborasi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait lain tentang pompanisasi dan pipanisasi.

Di Jawa Tengah tercatat ada 242.826 hektare sawah tadah hujan dan 530.748 hektare sawah irigasi. Intervensi sawah tadah hujan dilakukan dengan irigasi perpompaan, sedangkan sawah irigasi diintervensi dengan jaringan irigasi tersier.

Selain itu, asuransi gagal panen untuk lahan pertanian yang terkena puso dan lainnya juga sudah disiapkan. Asuransi itu disiapkan untuk melindungi 10 ribu hektare lahan pertanian dengan risiko puso atau gagal panen.

"Asuransi gagal panen untuk mem-backup, jadi jangan sampai nanti kena puso, kena banjir, dan gagal panen. Itu nanti akan membantu daripada masyarakat kita, khususnya para petani agar tetap mempunyai modal dasar dalam rangka meskipun gagal panen, dia tetap melakukan kegiatan dengan adanya asuransi yang kita lakukan," kata Luthfi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat panen padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan beberapa daerah memang memiliki kearifan lokal terkait pertanian. Ada daerah yang hanya memiliki dua kali musim tanam dengan diselingi komoditas pertanian lain seperti di wilayah Pantura. Namun ada juga daerah dengan tiga kali musim tanam dan panen.

"Tapi semua petani itu sebenarnya tergantung pada air, kalau ada air mereka pasti akan menanam padi,” kata dia.

Selain itu untuk mendorong produktivitas padi, Pemprov Jateng juga memiliki program Pilar Jateng. Program ini menyediakan sistem pemetaan infrastruktur lahan, irigasi, dan alat mesin pertanian beserta kondisi. Semua terlaporkan secara update sehingga perencanaan pembangunan pertanian bisa presisi atau tepat sasaran.

"Dari situ kita bisa tentukan intervensi atau bantuan yang akan diberikan kepada kelompok tani," katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG) memprediksi awal musim hujan untuk wilayah Jawa Tengah akan mulai pada minggu pertama November 2026. Namun, hujan ini tidak berlangsung merata di seluruh wilayah.

Wilayah sekitar Pegunungan Slamet dan Pegunungan Dieng menjadi daerah yang lebih awal memasuki musim hujan. Wilayah tersebut meliputi bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo. Sebaliknya, awal musim hujan di sejumlah wilayah pantura dan Jawa Tengah bagian Timur diperkirakan lebih lambat yakni sekitar awal Desember.

Walakin, berdasarkan analisis curah hujan harian BMKG, hampir seluruh wilayah Jawa Tengah telah mengalami hujan. Meski demikian, intensitas kejadian hujan belum merata di seluruh daerah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com