Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB
Raffi Ahmad [Instagram]
BACA 10 DETIK
  • Raffi Ahmad menuai kecaman dan seruan boikot akibat kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 di Jakarta.
  • Kontroversi tersebut memicu aksi protes peserta acara, pengunduran diri pengisi acara, serta mundurnya para pelaku UMKM.
  • Raffi Ahmad memberikan klarifikasi melalui akun Instagram bahwa dirinya hadir sekadar sebagai undangan tanpa keterlibatan perencanaan.

Suara.com - Nama Raffi Ahmad menjadi sorotan setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 menuai kritik dari sejumlah kalangan.

Acara tersebut dipersoalkan karena diduga menjadi tandingan aksi mahasiswa yang menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Kontroversi itu kemudian memunculkan seruan boikot terhadap Raffi, termasuk protes saat dirinya menghadiri acara kepemudaan dan pengunduran diri sejumlah pengisi acara RANS Carnival.

Lantas, kenapa Raffi Ahmad diboikot dan bagaimana kronologi polemik yang menyeret namanya?

Kronologi Raffi Ahmad Sampai Diboikot

Direktur Utama RANS Entertainment, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad di Gedung BEI, Jumat (10/7/2026). [Suara.com/Rina A]

Kontroversi bermula dari penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 pada 29 Oktober 2026, sehari setelah ribuan mahasiswa menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

Dalam acara tersebut, Raffi Ahmad terlihat hadir bersama sejumlah peserta yang mengenakan jaket almamater dari berbagai perguruan tinggi.

Kehadiran mereka kemudian menuai perhatian karena deklarasi itu dituding sebagai upaya memecah gerakan mahasiswa yang tengah menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

Kecurigaan publik semakin besar setelah muncul pengakuan seseorang yang mengikuti kegiatan tersebut dengan mengenakan jaket almamater, meskipun bukan mahasiswa dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Orang tersebut mengaku bergabung dengan sebuah komunitas dan menerima bayaran untuk hadir di lokasi.

Temuan itu memunculkan dugaan bahwa sebagian massa dalam acara deklarasi bukanlah mahasiswa yang datang secara sukarela untuk menyampaikan aspirasi. Situasi tersebut turut menyeret nama Raffi Ahmad karena dirinya hadir dalam kegiatan yang kemudian dipersoalkan masyarakat.

Protes berlanjut ketika Raffi menjadi pembicara dalam Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 30 Oktober 2026. Salah satu peserta terlihat mengacungkan tiga jari saat Raffi tampil di panggung, sebelum akhirnya diamankan dan diarahkan keluar ruangan.

Gelombang penolakan juga berdampak pada penyelenggaraan RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Sejumlah pengisi acara, termasuk Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, Orkes Melayu Wawes, dan Fourtune, dilaporkan mengundurkan diri.

Banyak pelaku UMKM yang semula dijadwalkan ikut meramaikan kegiatan tersebut juga dikabarkan memilih mundur. Keputusan itu menjadi salah satu bentuk respons terhadap kontroversi yang melibatkan Raffi.

Manajemen Tipe-X menyampaikan pengunduran diri melalui akun media sosial resmi pada 31 Oktober 2026. Sementara itu, Guyon Waton menjelaskan bahwa keputusan mereka berkaitan dengan pertimbangan kondusivitas, keamanan, kenyamanan masyarakat, serta potensi kesalahpahaman di tengah situasi publik yang sensitif.

Klarifikasi Raffi Ahmad

Menanggapi kritik yang berkembang, Raffi Ahmad menyampaikan penjelasan mengenai kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026. Ia menegaskan bahwa dirinya datang sebagai undangan dan tidak terlibat dalam penyusunan maupun perencanaan kegiatan tersebut.

Raffi juga menyatakan tidak mengetahui secara langsung pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara maupun peserta yang hadir. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam klarifikasinya, Raffi menyebut menghormati mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi pada 28 Oktober 2026. Menurutnya, menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa memiliki peran penting.

Pernyataan tersebut menjadi respons Raffi terhadap kritik yang muncul setelah kehadirannya dalam acara deklarasi dipersepsikan sebagai dukungan terhadap kegiatan yang berseberangan dengan demonstrasi mahasiswa.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com