/
Rabu, 03 Mei 2023 | 19:44 WIB
Pemain Timnas Myanmar bertekad mengalahkan Timnas Indonesia U-22 pada laga lanjutan Grup A SEA Games 2023. (Sumber foto: Instagram @myanmarff)

NTB.Suara.com - Pelatih Myanmar, Michael Feichtenbeiner melakukan segala daya upaya demi bisa mengalahkan Timnas Indonesia U-22 pada laga kedua Grup A babak penyisihan SEA Games 2023.

Michael Feichtenbeiner disebut-sebut sampai rela mengubah pakem strategi Myanmar guna bisa mencuri tiga poin dari Timnas Indonesia U-22 pada pertandingan yang akan dihelat di Stadion Olympic, Phnom Penh, Kamis (4/5/2023), pukul 16.00 WIB.

Menurutnya, mau tidak mau perubahan strategi harus dilakukannya untuk bisa membawa Myanmar meredam pesaing-pesaing terberatnya di Grup A. Selain Timnas Indonesia U-22, tentu saja tuan rumah Kamboja dan Filipina dianggap masih bisa merepotkan Myanmar.

“Tuan rumah Kamboja, Filipina, berbeda dengan Indonesia. Sehingga saya akan menerapkan strategi yang berbeda,” kata Michael Feichtenbeiner dikutip NTB.Suara.com dari laman resmi Federasi Sepak Bola Myanmar, Rabu (3/5/2023).

Walau tidak diunggulkan bisa mengalahkan Timnas Indonesia U-22 tidak membuat Myanmar merasa inferior.

Karena merujuk pada catatan historis pertemuan kedua tim, beberapa kali Myanmar mampu mengalahkan skuad Garuda Muda.

Dari delapan kali pertemuan kedua tim di ajang SEA Games hasilnya Timnas Indonesia U-22 mengantongi 4 kali kemenangan sementara Myanmar meraih 2 kemenangan dan 2 laga lainnya berakhir seri.

Kemenangan 1-0 atas Timor Leste juga menambah kepercayaan diri Myanmar menghadapi Timnas Indonesia U-22.

“Setelah pertandingan, saya hanya punya waktu satu hari. Jadi saya akan mempersiapkan pertandingan melawan Indonesia. Pertandingan melawan Indonesia penting meski setiap pertandingan juga penting,” jelasnya.

Baca Juga: CEK FAKTA: Aktor Ari Wibowo Alami Kecelakaan Maut Tadi Malam, Benarkah?

Meski meraih kemenangan dari Timor Leste, Michael Feichtenbeiner masih merasa tak puas dengan penampilan anak asuhnya terutama dari sisi finishing.

“Kami bermain bagus di babak pertama tetapi tidak mendapatkan gol yang seharusnya bisa kami cetak, termasuk salah satunya membentur tiang gawang,” ungkap Michael Feichtenbeiner.

“Di babak kedua kami mampu menciptakan peluang. Saya tidak puas dengan cara bermain di babak kedua meski saya punya dengan gol kemenangan yang tercipta,” tandasnya. (Riadin Asy/*)

Load More