- Nama Dalai Lama tercantum 157 kali dalam dokumen kasus Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS.
- Pihak Dalai Lama menegaskan tidak pernah ada pertemuan atau hubungan apapun antara pemimpin spiritual tersebut dengan Epstein.
- Departemen Kehakiman AS telah merilis jutaan halaman arsip penyelidikan terkait kasus Epstein kepada publik.
Suara.com - Nama Dalai Lama tercantum ratusan kali dalam publikasi terbaru dokumen kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Meski demikian, pihak Dalai Lama menegaskan tidak pernah ada pertemuan maupun hubungan apa pun antara pemimpin spiritual Tibet tersebut dengan Epstein.
Berdasarkan hasil penelusuran dokumen yang diunggah di situs Departemen Kehakiman AS, nama Dalai Lama tercatat muncul sebanyak 157 kali dalam berkas perkara Epstein. Kemunculan nama tersebut memicu spekulasi luas di media dan media sosial, seiring dibukanya jutaan halaman arsip penyelidikan untuk publik.
Menanggapi hal itu, pernyataan resmi dari Dalai Lama menyebut adanya upaya pengaitan yang tidak berdasar antara dirinya dan pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat tersebut.
“Kami dapat menegaskan tanpa ragu bahwa Yang Teramat Mulia tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein ataupun mengizinkan pertemuan atau interaksi apapun dengan dia yang dilakukan orang lain atas nama Yang Teramat Mulia,” menurut pernyataan tersebut pada Minggu, merujuk pada Dalai Lama.
Pernyataan tersebut juga mengakui beredarnya “laporan media dan kiriman sosial media terkait 'Berkas Epstein' yang mencoba mengaitkan Dalai Lama dengan Epstein”, seiring meluasnya perhatian publik terhadap dokumen-dokumen yang baru dibuka.
Dalai Lama, yang lahir dengan nama Tenzin Gyatzo dan kini berusia 90 tahun, baru-baru ini meraih Piala Grammy atas buku audio berjudul Meditations: The Reflections of His Holiness The Dalai Lama. Meski dikenal luas sebagai tokoh spiritual dunia, ia juga pernah menjadi sorotan publik akibat kontroversi, termasuk insiden pada 2023 saat terekam menyuruh seorang murid mudanya “menghisap lidah saya”.
Di luar isu Epstein, Dalai Lama juga merupakan figur sentral dalam konflik panjang Tibet dengan China. Tibet berada di bawah kendali China sejak 1951, yang oleh Beijing disebut sebagai “pembebasan secara damai”. Setelah pemberontakan gagal pada 1959, Dalai Lama melarikan diri ke Dharamsala, India utara, dan membentuk pemerintahan Tibet dalam pengasingan yang tidak diakui China.
Sementara itu, Departemen Kehakiman AS merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, sekitar 2.000 video, dan 180 ribu gambar terkait kasus Epstein berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Materi tersebut mencakup foto, transkrip juri, serta catatan penyelidikan, meski sebagian besar halaman masih disensor.
Jeffrey Epstein ditemukan tewas akibat gantung diri di sebuah penjara di New York City pada 2019, saat menunggu proses persidangan atas tuduhan perdagangan seksual yang melibatkan perempuan di bawah umur.
Baca Juga: Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
Berita Terkait
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?
-
6 Karya Seni Aneh Koleksi Jeffrey Epstein, Dilelang dengan Harga Fantastis
-
Kemunculan Epstein Files Cuma Pengalihan Isu? Diduga Ada Kasus Besar yang Ditutupi
-
Film Eyes Wide Shut Ramai Disorot Usai Dokumen Epstein Terungkap, Disebut Cerminan Dunia Elite Gelap
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen