NTB.Suara.com - PSIS Semarang membuat keputusan besar dengan melepas pemain yang selama ini menjadi ikon klub dalam 10 tahun terakhir, Hari Nur Yulianto.
PSIS sepakat untuk mengakhiri kerjasama dengan pemain asal Kendal, Jawa Tengah itu untuk kompetisi musim depan.
Dilepasnya Hari Nur yang sudah bergabung sejak Februari 2013 lalu diumumkan secara resmi oleh CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.
“PSIS dan Hari Nur harus berpisah hari ini. Kami keluarga besar PSIS mengucapkan banyak terima kasih untuk Hari Nur yang telah mengabdi bersama PSIS selama 10 tahun terakhir,” tutur Yoyok Sukawi.
“Dan kami juga selalu mendoakan Hari Nur sekeluarga diberi kesehatan dan perjalanan karir yang bagus di sisa karirnya sepaka pesepakbola profesional. PSIS adalah rumah bagi Hari Nur Yulianto dan kapan pun ia kembali, baik sebagai pelatih atau sebagai manajemen profesional pintu PSIS selalu terbuka,” bebernya.
“Sekali lagi, terima kasih Hari Nur. Namamu akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub ini,” kata Yoyok Sukawi menambahkan.
Sejak bergabung pada 2013 lalu, Hari Nur telah mengemas 69 gol bersama tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu. Catatan tersebut membuat Hari Nur menjadi top skor klub sepanjang masa.
Musim lalu, Hari Nur mengemas 5 gol dari 23 penampilannya bersama PSIS sepanjang kompetisi BRI Liga 1 2022-2023.
Tentu bagi fans PSIS Semarang, dilepasnya Hari Nur menjadi kerugian yang cukup besar bagi tim karena sosoknya sebagai leader sekaligus legenda tim.
Apalagi Hari Nur memiliki kenangan manis di benak fans setelah gol ikoniknya melawan Martapura FC pada Liga 2 2017 berhasil mengembalikan PSIS tampil di kasta tertinggi setelah cukup lama berkutat di kasta kedua. (Riadin Asy/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga