/
Rabu, 28 Juni 2023 | 17:16 WIB
IMG-20 TGH Muhammad Zainul Majdi atau TGB bersama Ganjar Pranowo (kanan). (Sumber foto: ist)

Hadirnya sahabat seperti TGB bagi GP teramat penting. Tak sekadar bicara kontestasi politik semata. Figur TGB yang menyejukkan dapat mengimbangi determinasi GP selama berkeliling Nusantara. Memberikan pendewasaan politik dan pesta demokrasi yang sehat. 

"Jangan ada hoax, saling bully, atau menjelekkan orang lain, " begitu kata GP. 

Serupa, TGB menekankan pesta politik ini sebagai ruang adu ide dan gagasan. Rekam jejak para pemimpin dapat ditelusuri. Pemimpin Indonesia ke depan bukanlah manusia mitos. Semuanya sudah dicari tahu oleh rakyat Indonesia. 

Maka sejatinya pesta politik ini harus dihadapi dengan riang gembira. Tanpa perlu menyerang pribadi atau latar belakang calon pemimpin. Pilpres 2019 memberikan pelajaran begitu berharga, debat keras, fitnah, dan hoax antar pendukung pada akhirnya harus lumer ketika H Joko Widodo dan H Prabowo Subianto berada dalam kapal yang sama. Rasanya malu bila kita gontok-gontokan, toh pemimpin kita masih bisa duduk, ngeteh, ngopi, atau bercanda ria. (*)

Load More