/
Kamis, 07 September 2023 | 15:43 WIB
2 Bulan Nganggur, Eks Timnas Indonesia Jebolan Ajax Amsterdam Disuruh Gantung Sepatu, Irfan Bachdim Alih Profesi? (Instagram @ibachdim)

NTB.Suara.com - Karier eks sayap kanan Timnas Indonesia, Irfan Bachdim sudah semakin meredup. Jebolan klub Ajax Amsterdam itu sudah dua bulan menganggur. Dia pun disuruh gantung sepatu. Akankah dia alih profesi di usia 35 tahun ini?

Setelah kontraknya dengan Persis Solo berakhir pada 5 Juli 2023 lalu, Irfan Bachdim belum terikat dengan klub mana pun. Dalam musim transfer Liga 1 musim 2023/2024 lalu, tidak ada klub Liga 1 yang cocok dengannya.

Setahun bersama Persis Solopada musim 2022/2023, performa Irfan Bahdim juga kurang mengesankan. Pemain berusia 35 tahun itu hanya bermain dalam 20 laga, dari 34 laga musim lalu.

Pemain yang beroperasi sebagai sayap kanan itu kerap tidak masuk dalam skuad, karena cedera, maupun hanya duduk di bangku cadangan. Bahkan eks pemain Bali United ini juga tidak pernah bermain penuh waktu bersama Persis Solo.

Di Timnas Indonesia, Irfan Bachdim juga sudah jarang dipanggil. Dia terakhir dipanggil untuk membela Timnas Indonesia pada tahun 2019 lalu dalam kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. 

Irfan Bachdim sudah 40 kali membela Timnas Indonesia dan menyumbangkan 11 gol. 

Namun, kini belum jelas akan seperti apa karier Irfan Bachdim ke depan. Berbagai kalangan netizen menyuruh Irfan gantung sepatu saja dan mengambil profesi lain.

Sejumlah profesi yang bisa ditempuh suami dari Jennifer Bachdim adalah menjadi pelatih sepak bola hingga agen pemain sepak bola.

"Jadi pelatih aja, Bang, pelatih lokal di Liga 1 jarang," tulis @leoo.pangestt di akun instagram @ibachdim dikutip Kamis (7/9/2023).

Baca Juga: Tidak Dipanggil ke Timnas Indonesia, Bek Tangguh Persija Jakarta Sebut Label Pemain Senior Sudah Dilepas

"Idola mak-ku. Kalo ditanya atau ada timnas main dikit-dikit endi Bahdem ndi Bahdem dengan logat Jawanya," ujar @itsme_sahin

"Mending jadi agen, Bachdim," tandas @ng_kis.

Profil Irfan Bachdim

Irfan Bachdim merintis karier sepak bola melalui SV Argon di Belanda pada 1997. Kemudian dia masuk Ajax Amsterdam muda, hingga Utrech muda. Dia sempat membela Haarlem.

Perjalanan kariernya penuh warna-warni. Dari Liga di Belanda, ke Liga di Indonesia, kemudian Thailand, Jepang, hingga kembali berlabuh di Liga 1 Indonesia.

Pemain yang memiliki nilai pasar tertinggi Rp3,04 miliar itu pernah membela beberapa klub Liga 1 Indonesia. Antara lain Persema Malang pada 2010-2013, kemudian Bali United pada 2017-2020, PSS Sleman pada 2020-2021, dan Persis Solo dari 2021-2023. (*)

Load More