NTB.Suara.com - Berdasarkan data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Malaysia masih menjadi negara favorit tujuan tenaga kerja Indonesia, termasuk warga NTB. Sektor kelapa sawit menjadi salah satu sektor yang paling diminati.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan pelindungan hak-hak pekerja bagi warga NTB yang mencari pekerjaan di sektor kelapa sawit di Malaysia, dua organisasi internasional memberikan pelatihan.
Kedua lembaga tersebut, yakni International Organization for Migration (IOM) dan International Labour Organization (ILO). Dua organisasi itu menyelenggarakan kegiatan FGD pengembangan modul pelatihan orientasi pra-pemberangkatan dan materi KIE di sektor kelapa sawit Indonesia - Malaysia, bagi warga NTB, di Mataram, Kamis (7/9/2023).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, mengakui bahwa masih ditemukan kasus penempatan PMI non prosedural oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, baik calo atau PL dan sponsor.
"Sebagian besar kasus muncul karena masyarat lebih percaya pada informasi yang disampaikan oleh calo. Ini menandakan kuatnya mindset lama dari implementasi regulasi sebelumnya," katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya gencar melakukan penindakan terhadap kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Sepanjang tahun 2022, ada 752 kasus di Indonesia. Khusus di NTB ada empat kasus yang mencuat dan kasusnya sedang diproses hukum.
Modus TPPO paling banyak, yaitu para calo atau tekong mengiming-imingi CPMI tempat kerja, pekerjaan dan gaji yang bagus tanpa perlu pengurusan dokumen.
Aryadi mengimbau agar forum ini menjadi sarana evaluasi dan melengkapi hal-hal yang kurang sehingga tidak ada lagi celah hukum yang dimanfaatkan oleh oknum untuk merugikan masyarakat kita.
"Sekarang sudah terbit Permenaker Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia, di mana undang-undang ini perlu disosialisasikan dan dimasukan ke dalam modul ini," ucap mantan Irbansus pada Inspektorat NTB itu.
Sementara itu, Kepala BP3MI NTB, Mangiring Hasoloan Sinaga menyampaikan PMI yang bekerja di sektor perladangan, baik di Malaysia Timur atau Barat mayoritas berasal dari NTB, yakni mencapai 92 persen.
Ia berharap dengan memperkaya modul orientasi pra pemberangkatan dapat memberikan pemahaman bagi warga yang ingin bekerja sebagai PMI, khususnya di sektor kelapa sawit yang ada di Malaysia.
"BP3MI NTB berterima kasih atas partisipasi ILO dan IOM atas kepeduliannya dalam isu pelindungan PMI di sektor kelapa sawit, khususnya wilayah Malaysia," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, National project officer International Organization for Migration (IOM) Eni Raitatul Navisa menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pelindungan hak-hak pekerja bagi warga Indonesia yang mencari pekerjaan di sektor kelapa sawit di Malaysia. (*)
Berita Terkait
-
Jauh-jauh dari Malaysia, Sejumlah Mahasiswa Berbagi Ilmu Manajemen Keorganisasian di Kampus STT Warga
-
Komentar Sombong Pelatih Malaysia usai Tahan Imbang Tim Top 100 Dunia, Ancaman Nyata untuk Timnas Indonesia?
-
Adab Ahmad Dhani Disanjung, Sikap Raffi Ahmad Disindir Gegara Lakukan Hal Ini saat Bertemu PM Malaysia
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Kunjungi Indonesia, Legenda MU Edwin van der Sar Soroti Masa Depan Skuad Garuda
-
Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand
-
Siksa Kekasih Berulang Kali di Kosan Bandung, Taufik Hidayat Hanya Terancam 12 Tahun Penjara
-
Peserta Latsarmil Koperasi Merah Putih Asal Baturaja Meninggal, Disebut Alami Henti Jantung
-
Review Film Obsession: Suguhkan Horor Psikologis tentang Obsesi Berbahaya
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Siap-Siap Cuan! 6 Shio Ini Diprediksi Paling Beruntung dan Sukses Finansial di Akhir Juni 2026
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Review Viral Hit: Perjalanan Heroik Remaja Melawan Bullying secara Live
-
Dandim Buka Suara soal Video Viral Dugaan TNI Curi 16 Lembu, Sebut Sengketa Sipil