Suara.com - Kejaksaan Agung Amerika Serikat tengah menginvestigasi kasus penarikan 1,6 juta unit mobil yang dilakukan perusahaan otomotif General Motors Co. Penarikan itu dilakukan setelah munculnya kasus kematian 13 orang konsumen General Motors Co.
Investigasi dilakukan karena ada kemungkinan General Motors Co, lalai memberitahukan konsumen terkait kerusakan yang dialami mobil produksi mereka. Hal ini diungkapkan sumber Bloomberg yang menolak disebutkan identitasnya.
Apabila GM terbukti lalai, maka perusahaan otomotif terbesar di Amerika Serikat itu bisa dinilai telah melakukan tindakan kriminal. Juru bicara Kejaksaan Agung Amerika Serikat di New York, Jams Margolin menolak untuk memberikan komentar terkait investasi kasus ini. Begitu juga dengan juru bicara Kejaksaan Agung di Washington, Emily Pierce.
“Dampak dari penarikan 1,6 juta unit mobil tersebut secara finansial memang tidak terlalu besar bagi GM. Namun, GM mempertaruhkan reputasinya. Karyawan GM sepertinya tahu tentang kerusakan sehingga ada tindakan yang tidak segera dilakukan untuk memperbaiki hal itu,” kata Joseph Spak, analis dari RBC Capital Markets.
Penarikan 1,6 juta unit mobil tersebut membuat saham GM anjlok 5,2 persen menjadi 35,18 dolar Amerika. Itu merupakan posisi terendah dalam satu hari sejak Maret 2012. (Bloomberg)
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan