Suara.com - Audi Quattro terkenal sebagai mobi rally yang tangguh di segala medan selama beberapa dekade terakhir, tetapi mampukan mobil itu bertahan di luar angkasa?
Jawaban untuk pertanyaan ini akan segera ditemukan jika Audi berhasil memenangkan sebuah kontes ilmu pengetahuan bertajuk "Google Lunar X Prize". Kontes senilai 30 juta dolar Amerika Serikat itu (sekitar Rp401 miliar) diikuti oleh tim-tim peneliti swasta untuk menciptakan robot yang bisa mendarat di permukaan bulan, berjalan sejauh 500 meter, dan mengirimkan video serta foto beresolusi ke tinggi ke Bumi.
Audi tidak sendiri dalam tantangan ini. Perusahaan otomotif Eropa itu membantu tim peneliti Jerman, Part-Time Scientist, dalam pengembangan robot beroda empat tersebut. Audi akan meminjamkan sumber daya, termasuk studio desainnya di Munich untuk mendesain ulang robot itu.
Dinamai Audi Lunar Quattro, robot roda empat itu akan menyerap energi surya untuk mengisi baterai lithium yang terpasang pada mesinnya. Baterai itu akan mengalirkan energi ke empat motor listrik yang memacu kendaraan berpenggerak empat roda itu.
Mobil itu diperkirakan bisa melesat dengan kecepatan 3,6 kilometer per jam di permukaan bulan.
Di bagian depan mobil akan dipasangi kamera stereoscopic. Sementara sebuah kamera khusus sains, yang bisa menganalisis material di permukaan bulan, juga akan dipasang pada Audi Lunar Quattro.
Rencananya akan Audi Lunar Quattro akan diluncurkan pada 2017 dan dibawa ke bulan oleh sebuah roket. Perjalanan ke antariksa itu diperkirakan akan memakan waktu lima hari dan mobil robot Audi itu akan mendarat di belahan utara bulan, dekat dengan area pendaratan terakhir manusia yang dibawa oleh misi Apolo 17 pada 1972.
Audi dan Part-Time Scientist kini sudah lolos ke putaran final bersaing dengan 14 tim lainnya dari Brasil, Kanada, Chile, Hongaria, Jepang, Israel, Italia, Malaysia, dan AS. Awalnya kontes itu diikuti oleh 25 tim. (Digital Trends)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?