Suara.com - Essense E-Raw versi 3.1 datang mungkin tampak sangat berbeda dari sepeda motor standar. Dilihat dari belakang atau kedua sisi, Anda akan menyadari motor ini tidak seperti apa yang pernah dilihat.
Ini yang membuat orang-orang di Lyons, Perancis menyukai Essence.
Ketika mereka membangun sebuah sepeda motor listrik, Essence tidak ingin hanya beralih dari motor gas ke baterai semata. Pabrikan ingin mengubah paradigma seperti yang disampaikan BikeExif, yang menyatakan sepeda motor itu terlihat kesederhanaan dan keaslian, tetap murni.
Saat mereka bekerja dengan cara mereka melalui versi sebelumnya, visi Essence adalah meninggalkan apa-apa yang tidak perlu dan memadukan bahan modern dengan keahlian dunia lama.
Melihat E-Raw dari samping, Anda melihat banyak baja mentah, aluminium mentah, dan kayu. Kursi E-Raw dibentuk dari kayu lapis dengan menggunakan teknik yang sama yang digunakan untuk membuat papan selancar tradisional.
Komponen Essence terdiri dari bahan-bahan vital dengan merek pilihan, termasuk di bagian depan dan suspensi belakang Ohlins, rem dan kontrol Beringer, setang Renthal, dan velg 17-inci Excel. Sebuah baterai 10.1kWh dengan daya puncak 80kW menggunakan sistem pengisian cepat CCS, yang dapat melaju hingga 185 km (115 mil) dalam 30 menit.
Motor listrik Pymco dapat mengambil E-Raw dari nol sampai 62 mph dalam 3,5 detik dan memiliki kecepatan tertinggi 96 mph.
Kursi kayu E-Raw merupakan perbedaan visual yang paling terlihat. Perbedaan lain akan terlihat pada kurangnya alat pengukur normal.
Sebaliknya, ada mesin untuk smartphone. Ketika telepon sedang digunakan, mesin ini akan menampilkan kecepatan, daya yang tersisa dan informasi berguna lainnya.
Baca Juga: Sparepart Otomotif Sidoarjo Siap Masuk Pasar Ukraina
Essence belum ada rencana memproduksi secara massal E-Raw. Hingga saat ini baru ada rencana membangun sepuluh unit, disesuaikan dengan keinginan calon pemilik.
E-Raw akan dibanderol 55.000 euro atau sedikit di bawah 60.000 dolar AS atau kisaran Rp799 jutaan.
Essence fokus pada kesederhanaan, keaslian, dan intensitas. Tag harga tersebut tentu akan membuatnya menjadi sepeda motor dengan konsumen "terbatas". [Digital Trends]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
-
Apa Kepanjangan Tol Cipali Sebenarnya? Jalan yang Sering Dilewati Saat Mudik Lebaran 2026
-
3 Mobil Bekas Muat 8 Orang Buat Mudik Lebaran 2026 Cuma Rp 50 Jutaan, Cukup Mewah dan Anti Pegal
-
Pesona Fortuner 4.000cc yang Tampil Gagah, Segini Harganya
-
Yamaha Fazzio Resmi Diekspor ke Jepang, Harganya Bikin Melongo Nyaris Setara Nmax
-
Berapa Tarif Tol Trans Jawa Tujuan Semarang, Yogyakarta, Hingga Surabaya Selama Lebaran 2026?
-
Daftar Lengkap Kontak Darurat Jalan Tol Trans Jawa, Mudik Asyik tanpa Perlu Panik
-
War Tiket Ludes Hitungan Detik, MBBH 2026 Rute Jogja Paling Dicari Pemudik di Lebaran 2026
-
Ini Daftar Rest Area Trans Jawa dengan Charging Station Mobil Listrik Tercepat
-
Ini Rest Area di Jalur Trans Jawa yang Memiliki SPKLU Mobil Listrik Tercepat