Suara.com - Tergantung pada negara mana Anda pergi, peraturan untuk mengemudi dan hukumnya berbeda-beda. Bahkan, cara berkendara orangnya pun berbeda. Misalnya ada beberapa negara di Asia, dimana pengemudinya diketahui sangat ceroboh, sehingga saat mendesain teknologi mobil penggerak sendiri (swakemudi), semua ini perlu diperhitungkan.
Kabar baik bagi pembuat mobil, terutama yang ada di Jerman, adalah bahwa sepertinya negara tersebut akhirnya membuat undang-undang bagi pembuat mobil untuk menguji mobil swakemudi mereka di jalan. Undang-undang tersebut pada mulanya diperdebatkan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel tahun lalu, namun tampaknya hal itu akhirnya berhasil diselesaikan.
Tidak mengherankan akan ada beberapa peringatan untuk hal ini dan itu ada di bawah undang-undang. Salah satunya adalah supir manusia perlu berada di belakang kemudi setiap saat dan harus siap untuk mengendalikan kendaraan saat diminta.
Undang-undang tersebut juga mengharuskan mobil-mobil itu datang dengan sebuah kotak hitam yang akan mencatat keseluruhan perjalanan. Nantinya, akan sangat berguna saat mencoba memutuskan siapa yang harus disalahkan jika terjadi kecelakaan.
Undang-undang ini adalah kesepakatan yang cukup besar bagi perusahaan-perusahaan di Jerman, terutama perusahaan lokal seperti BMW, Daimler dan Volkswagen. Seperti diketahui pabrikan besar ini tengah mengerjakan teknologi mobil swakemudi dan sekarang akan memiliki tempat untuk mengujinya. [Ubergizmo]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan