Suara.com - Meningkatnya harga BBM kerap menjadi beban tersendiri. Sebagai konsumen membeli kendaraan hemat bahan bakar merupakan langkah untuk menghemat uang dan menguntungkan lingkungan.
Namun, hanya sedikit yang tahu tata cara dan kebiasaan mengemudi yang baik, untuk menghemat uang. Lalu bagaimana Anda mendapatkan hasil maksimal dari kendaraan Anda?
Nah, Ford punya jawaban untuk itu. Dalam sebuah survei terbaru oleh Ford Motor Company, pengemudi India ditanya tentang kebiasaan mengemudi dan pengetahuan efisiensi bahan bakar mereka.
Ketika ditanya tentang kebiasaan mengemudi mereka, 95 persen mengaku mereka tahu cara menyetir mobil untuk efisiensi bahan bakar maksimum. Sebanyak 96 persen mengatakan bahwa mereka melakukan upaya terpadu untuk berkendara secara efisien setiap hari. Survei tersebut mencakup 9.500 pembalap di 11 pasar di Asia Pasifik, termasuk 1.023 responden India.
Studi Ford telah menyelidiki pengaruh gaya mengemudi terhadap konsumsi bahan bakar dan CO2 per kilometer yang didorong. Ditemukan bahwa dengan mengadopsi gaya mengemudi ekologis, pengemudi dapat memangkas tagihan bahan bakar dan emisi mereka sebanyak 25 persen dibandingkan dengan 'rata-rata normal' perilaku mengemudi.
Berkendara dengan kondisi akselerasi dan rem stabil
Penggerak agresif seperti akselerasi cepat, ngebut dan pengereman, dapat menurunkan jarak tempuh bahan bakar Anda secara signifikan. Jadi akselerasi dengan lancar, rem lebih lembut dan lebih awal. Tidak hanya teknik mengemudi yang dapat menghemat bahan bakar, tapi mereka bisa memperpanjang umur rem dan ban Anda.
Pelan-pelan
Mempercepat kendaraan menguras banyak bahan bakar. Dengan berkendara 90km/jam bukan 100 km/jam, Anda bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 10-15 persen.
Baca Juga: Dipecat, CEO Ford Mark Fields Dapat Pesangon Rp765 M?
Juga, bertujuan untuk kecepatan konstan. Memompa akselerator mengirimkan lebih banyak bahan bakar ke mesin, mengosongkan tangki lebih cepat. Menggunakan cruise control bila memungkinkan di jalan raya dapat membantu menjaga kecepatan dan menghemat bahan bakar.
Jangan meninggalkan mobil dalam keadaan menyala
Mesin sekarang tidak perlu pemanasan. Menyalakan mobil kemudian dapat segera mengaspal.
Jangan tinggalkan mobil Anda dalam keadaan nyala. Pemalasan yang berkepanjangan itu dapat meningkatkan emisi dan limbah bahan bakar.
Matikan mesin kapan sebisa mungkin, seperti saat stasioner lebih dari 30 detik. Ini menghindari konsumsi energi yang tidak perlu dari mesin yang menganggur.
'Bersihkan' Bagasi dari barang yang tidak perlu
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
Terkini
-
Nasib Aliansi Honda Nissan Mitsubishi Terganjal Pengaruh Renault di Tengah Bayangan Kerugian
-
Wajah Baru New Suzuki XL7 yang Tampil Lebih Sporty dengan Sederet Perubahan Eksterior
-
Pasutri Lansia Indonesia Taklukkan Rute Jakarta Mekkah Pakai Toyota Voxy
-
Pasarkan Produk di Indonesia, Changan Akui Belum Pikirkan Lakukan Perakitan Lokal
-
Inspirasi Yamaha Grand Filano dengan Gaya Racing Look yang Sedang Jadi Tren Modifikasi
-
Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026
-
Motor Jarang Dipakai, Kapan Sebaiknya Ganti Oli?
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam