Suara.com - PT Astra Honda Motor (AHM) resmi meluncurkan Honda PCX Electric sebagai sepeda motor ketiga Honda yang menggunakan tenaga full electric. Alias mengandalkan daya dari energi terbarukan.
Untuk urusan spesifikasi, motor listrik yang dikembangkan dari skuter Honda PCX ini mengandalkan dua baterai lithium-ion, masing-masing berdaya 50,4 V dengan densitas tinggi, yang dipasang secara serial. Sedangkan konstruksi motor listrik menggunakan struktur Interior Permanent Magnet (IPM).
"Kami menempatkan dua baterai ini di bawah jok berurutan di depan dan belakang yang selaras dengan bodi," kata Makoto Mitsukawa, Development Manager Honda PCX Electric, di sela peluncuran Honda PCX Electric, di Jakarta.
Dengan bekal tenaga dari baterai itu, Honda PCX Electric diklaim mampu menghasilkan output maksimal 4,2kW yang didapat sejak putaran rendah. Sementara torsi maksimal adalah 18 Nm @500 rpm. Sistem elektrifikasi ini membuat pompa oli, radiator, dan kopling tidak diperlukan.
Pada tangki bensin ditempatkan charger dan power control unit untuk mengatur suplai tenaga dari motor penggerak dan sumber listrik.
"Untuk pengisian daya baterai, pengguna bisa langsung mengganti dua baterai kosong dengan baterai yang sudah terisi di swap station," jelas Makoto Mitsukawa.
Dari sisi desain, struktur rangka Honda PCX Electric memiliki jarak sumbu roda yang lebih panjang dan rear hugger. Desain ini memberikan ruang yang cukup lapang untuk dua baterai yang disebut sebagai Honda Mobile Power Pack. Demikian pula soal pergerakan roda belakang yang leluasa.
Selain dimensi sumbu roda yang lebih panjang, PCX Electric juga menggunakan tipe suspensi belakang lebih panjang. Dan atas alasan keamanan, roda depan sudah dilengkapi Anti-Lock Braking System (ABS).
Di tahap awal ini, AHM belum akan menjual PCX Electric. Honda lebih memilih skema bisnis penyewaan dengan biaya Rp 2 juta per bulan. Sasarannya adalah berbagai perusahaan, untuk dipakai sebagai kendaraan operasional.
Baca Juga: Perpanjang Kontrak di Manchester United, Martial: Thanks Ole
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV