Suara.com - Kekerasan seksual di ruang publik mesti mendapatkan porsi perhatian penting. Pasalnya, begitu banyak anggota masyarakat berada di lokasi umum ini setiap harinya. Para penyedia layanan transportasi via aplikasi atau lebih dikenal sebagai ojek online (ojol) atau taksi online (taksol) pun berada di ruang yang sama, hampir setiap saat. Maka tingkat kewaspadaan bisa dibangun bersama, agar tercipta lingkungan bebas dari kekerasan seksual.
Sebagai pelopor gerakan anti kekerasan seksual, GOJEK dan Hollaback Jakarta memberikan pelatihan kepada mitra driver dengan metode 5D, yaitu kepanjangan dari lima langkah penanganan: Direct (secara langsung), Distraksi, Delegasi, Ditunda, dan Dokumentasi.
Anindya Restuviani, Co Director Hollaback Jakarta, memaparkan bahwa edukasi dilakukan untuk driver ojol maupun taksol. Rencananya, bakal diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Bali, dan Palembang.
"Kami mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh GOJEK. Kami berharap ke depannya nanti, mitra GOJEK tidak hanya memahami bentuk kekerasan seksual, namun berperan aktif dalam mengambil tindakan dalam melawan kekerasan seksual di ruang publik," papar Anindya Restuviani di Kantor GOJEK, Pasaraya Blok M, Jumat (15/3/2019).
Adapun konsep 5D dijelaskannya lebih lanjut sebagai berikut: Direct adalah secara langsung menghadapi pelaku pelecehan. Sedangkan Distraksi bertujuan untuk menggagalkan pelecehan. Delegasi diartikan sebagai langkah untuk meminta bantuan orang lain. Ditunda untuk menunggu situasi aman, dan berbicara kepada korban pelecehan. Sementara Dokumentasi adalah merekam kejadian, serta melaporkan kejadian.
"Kita latih kordinator dari komunitas GOJEK, salah satunya komunitas GOJEK Depok yang akan menyampaikan langsung kepada para anggotanya," tambah Anindya Restuviani.
Selain langkah mengedukasi mitra driver, GOJEK juga meluncurkan dua fitur keamanan untuk pelanggannya, yaitu bagikan perjalanan dan tombol darurat. Pastinya memiliki kegunaan dan mendukung unsur keamanan, utamanya bagi para pengguna berjenis kelamin perempuan.
Harapannya, tingkat pengamanan para pengguna taksol dan ojol makin paripurna dengan adanya fitur dari super app GOJEK.
Baca Juga: Ada 331 WNI Tinggal di Daerah Lokasi Penembakan Masjid Selandia Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas
-
Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis
-
Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas
-
5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang
-
Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri
-
Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama
-
Trauma dengan Ongkos BBM usai Mudik Lebaran? Tengok Dulu Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru
-
Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?
-
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil
-
Firasat Veda Ega Pratama Sebelum Melakukan Start di Moto3 Brasil