Otomotif / Mobil
Rabu, 04 Februari 2026 | 20:03 WIB
Perayaan Mercedes-Benz 140 Years of Innovation yang digelar di World Beyond by Mercedes-Benz, Thamrin Nine, Jakarta (Dok: Mercedes-Benz Indonesia)

Suara.com - Usia 140 tahun bukan sekadar penanda waktu bagi Mercedes-Benz. Inilah peringatan tentang rangkaian panjang eksperimen, kegagalan, dan keberanian untuk terus bergerak maju—sejak mobil pertama di dunia lahir hingga mobilitas masa depan mulai dirancang hari ini.

Perjalanan itu dirayakan Mercedes-Benz Indonesia dalam acara Mercedes-Benz 140 Years of Innovation yang digelar di World Beyond by Mercedes-Benz, Thamrin Nine, Jakarta. Perayaan ini tidak hanya menengok ke belakang, namun menegaskan arah ke depan: inovasi sebagai proses yang terus hidup.

Donald Rachmat, Chief Executive Officer Mercedes-Benz Indonesia, mengisahkan perjalanan panjang raksasa otomotif berlogo three-pointed star (Dok: Mercedes-Benz Indonesia)

“Inovasi bagi Mercedes-Benz bukan sekadar mencipta teknologi baru, tetapi memastikan teknologi itu relevan dan bermanfaat bagi manusia,” jelas Donald Rachmat, Chief Executive Officer Mercedes-Benz Indonesia.

Kisah Mercedes-Benz bermula pada 1886, ketika Karl Benz mematenkan Benz Patent-Motorwagen, yang kini diakui sebagai mobil pertama di dunia dan tercatat dalam UNESCO Memory of the World Register. Dari titik itu, satu hal menjadi benang merah perjalanan merek ini: keberanian untuk menetapkan standar.

Jejak Mercedes-Benz di Indonesia telah dimulai sejak Sri Susuhunan Surakarta Pakubuwono X melengkapi kendaraan istananya dengan Benz Victoria Phaeton (Suara.com/CNR ukirsari)

Yang menarik, Indonesia sudah menjadi bagian dari kisah Mercedes-Benz sejak sangat awal. Tepatnya pada 1894, saat satu unit Benz Victoria Phaeton milik Sri Susuhunan Surakarta Pakubuwono X tiba di Pulau Jawa. Peristiwa ini menandai kehadiran Mercedes-Benz di Tanah Air, jauh sebelum industri otomotif tumbuh seperti sekarang.

Sejak mendirikan basis operasional resmi pada 1970, Indonesia terus menempati posisi strategis dalam perjalanan Mercedes-Benz. Bukan hanya sebagai pasar, namun sebagai bagian dari visi jangka panjang dalam menghadirkan pengalaman pelanggan berstandar global.

Warisan inovasi Mercedes-Benz juga tercermin lewat teknologi keselamatan yang kini dianggap lumrah—ABS, airbag, ESP®, hingga PRE-SAFE®. Di luar itu, desain ikonik Mercedes-Benz menjadikannya lebih dari sekadar kendaraan, melainkan simbol gaya hidup yang melintasi dunia otomotif, fashion, hingga budaya populer.

Memasuki era elektrifikasi dan digitalisasi, arah inovasi pun bergeser. Mercedes-Benz mengembangkan kendaraan listrik, sistem berkendara otomatis, hingga MB.OS—sistem operasi kendaraan yang dirancang dengan pendekatan human-centric, menjadikan mobil sebagai ruang yang semakin personal dan cerdas.

Maybach S580 yang turut dipajang dalam perayaan 140 Tahun Mercedes-Benz di World Beyond by Mercedes-Benz, Thamrin Nine, Jakarta (Dok: Mercedes-Benz Indonesia)

Di Indonesia, perjalanan tadi diperkuat melalui peran Inchcape, distributor otomotif global yang menaungi operasional Mercedes-Benz. Melalui PT Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia, berbagai model Mercedes-Benz dirakit secara lokal di fasilitas Wanaherang, Bogor. Inilah pabrik yang telah mengantongi sertifikasi Eco-Industry sejak 2009. Sementara PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia memastikan distribusi, layanan purnajual, dan pengalaman pelanggan berjalan selaras dengan standar global Mercedes-Benz.

Baca Juga: VinFast dan Upaya Membangun EV yang Paham Asia Tenggara

Perayaan 140 tahun ini menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu tentang lompatan besar. Namun hadir melalui sebuah konsistensi. Bagaimana merawat warisan, membaca zaman, dan menyiapkan masa depan dengan penuh kehati-hatian.

Bagi Mercedes-Benz, perjalanan perusahaan berlogo three-pointed star ini masih terus berlangsung. Dari Stuttgart hingga Jawa, dari Benz Victoria Phaeton hingga mobil listrik masa depan, satu hal tetap dijaga: inovasi yang berangkat dari manusia, untuk manusia.***

Load More