Suara.com - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi meluncurkan Eclipse Cross, di pentas GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019, sebagai pelengkap jajaran produk yang dimiliki.
Dengan banderol Rp 478 - 483 juta, produk teranyar dari Mitsubishi ini sebenarnya hanya tersedia dalam satu tipe, dan tiga pilihan warna.
Lantas mengapa harganya bisa berbeda untuk setiap warna?
Budi Daulay, Head of Sales and Marketing Region 1 Department PT MMKSI menjelaskan, warna dari Eclipse putih seperti produk reguler produk yang dimiliki Mitsubishi memang lebih mahal. Sementara bila merah memang tergolong warna spesial.
"Secara kualitas merah memang lebih spesial. Warna merah yang ditawarkan pada Eclipse Cross juga berbeda dengan warna merah pada Xpander," ujar Budi Daulay, di area GIIAS, ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (19/7/2019).
Lebih lanjut, tambah Budi Daulay, warna memang secara strategi pemasaran dibedakan. Itulah alasan, mengapa warna seperti hitam dan putih ada sedikit perbedaan harga.
Untuk spesifikasi, Mitsubishi Eclipse Cross mengandalkan mesin bensin 1.5L dilengkapi turbocharged. Dengan bekal yang dimiliki ini, pendatang baru di segmen Sport Utility Vehicle (SUV) itu diklaim lebih bertenaga pada putaran rpm rendah hingga menengah.
Untuk warna Ultimate Red Diamond dibanderol dengan harga Rp 483 juta. Warna Ultimate Silky White Rp 481 juta, dan warna Ultimate Amethyst Black Rp 478 juta.
Baca Juga: Dua Produsen Otomotif Segera Investasi Rp 50 Triliun di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan