Suara.com - Memiliki sepeda motor bukan cuma soal membeli dan melakukan perawatan berkala. Lebih dari itu, pemilik sepeda motor juga harus memerhatikan kondisi fisik motor dan terutama harus taat dengan pajak motor. Seperti pemilik Suzuki Smash ini, yang tetap taat pajak meski kondisi motornya cukup mengenaskan.
Melalui jejaring Facebook, warganet bernama Kamen Rider Ichigo mengunggah dua buah foto sepeda motor Suzuki Smash yang baru saja ia beli.
Sambil bertanya, ia juga menjelaskan kondisi motornya, yang baru diboyongnya hanya seharga Rp 400 ribu saja.
"Ada yang pernah beli motor harganya murah ampun-ampunan? Saya baru beli Smash tua, surat hidup semua, pajak masih sampai 2020 dan harganya cuma Rp 400 ribu," katanya.
Selain taat pajak, kondisi mesin Suzuki Smash ini juga dikatakan masih cukup oke "Mesinnya waras belum pernah turun mesin. Tapi olinya tinggal segelas akua dan belum ngebul,"
Kalau melihat kondisi sepeda motornya, mungkin akan terbayang bahwa pemilik sebelumnya terkesan ogah-ogahan dalam merawat bodi motor Suzuki Smash ini.
Terlihat bagian lampu depan sudah dilepas, membuat kabel dari spidometer terurai berantakan. Dilihat sepintas, mungkin banyak yang mengira kalau motor ini sudah tidak bisa digunakkan dan pajaknya sudah tidak pernah dibayar.
Tak ayal, warganet pun cukup salut dengan si pemilik sebelumnya yang tetap taat membayar pajak dan merawat kondisi mesin, meski kondisi fisiknya cukup mengenaskan.
"Yang bikin takjub adalah motor dengan kondisi kayak gini, pajaknya taat. Sementara di marketplace banyak motor-motor yang udah dimodifikasi ganteng dan cantik, tapi dijualnya kondisi pajak off, surat nggak lengkap atau bahkan nggak ada sama sekali." Kata Muhammad Rasyid.
Baca Juga: Bucin Abis, Pria Ini Rela Dorong Kekasihnya yang Ogah Turun dari Motor
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim