Otomotif / motor
Rizki Nurmansyah | Manuel Jeghesta Nainggolan
Motor Yamaha LS3 keluaran tahun 1974 turut meramaikan ajang Otobursa Tumplek Blek 2019 di area Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

Suara.com - Semakin tua umur sebuah motor, semakin mahal pula harganya. Itulah sedikit gambaran tentang motor lawas Yamaha LS3 kepunyaan Hasanuddin Amin.

Siapa sangka motor keluaran tahun 1974 yang dulu pertama kali muncul dipasaran cuma seharga Rp 150 ribu, kini harganya berkali-kali lipat.

Melambungnya harga motor-motor jadul tak lepas dari faktor sejarah, dan terpenting karena orisinilitas produk tersebut.

Baca Juga: Jatuh Ditendang Polisi, Motor RX King di Video Viral Diduga Hasil Kejahatan

Hasanuddin, yang akrab disapa Cao, contohnya membuka angka penjualan motor lawasnya itu dengan banderol Rp 28 juta.

"Kita buka 28 juta. Surat-surat lengkap, cuma minusnya pajak mati," ujar Cao saat ditemui Suara.com dalam acara Otobursa Tumplek Blek 2019 di area Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Cao menjelaskan, Yamaha LS3 miliknya masih menggunakan platina dan aki 6 volt. Hanya saja aki perlu diganti.

"Seher sekarang sudah pakai 0S 25. Jadi sudah naik sekali," ungkap Cao, pemilik bengkel RS Busi Matiyang.

Selain Yamaha LS3, Cao juga memasarkan beberapa motor klasik lainnya. Seperti Honda CB200T tahun 1975, Honda CB100 tahun 1974, dan Yamaha GT 80 lansiran tahun 1975.

Baca Juga: Sesumbar, Danny Garcia: Saya Akan Buat Manny Pacquiao bak Dalam Neraka

Komentar