Suara.com - Yamaha WR 155R diluncurkan di Jakarta, Senin (2/12/2019) dan akan meramaikan segmen motor trail Indonesia yang sebelumnya sudah disesaki oleh Kawasaki dan Honda.
Di Indonesia Yamaha WR 155R akan bersaing ketat dengan dua penghuni lama pasar motor trail, yakni Kawasaki KLX 150 dan Honda CRF 150L.
Harga
Baru diluncurkan di Kemayoran, Yamaha WR 155R akan dijual seharga Rp 36,9 juta - khusus untuk pemesanan online di Jakarta. Harga ini sedikit lebih mahal dari Honda CRF 150 yang berbanderol Rp 34,6 juta dan Kawasaki KLX 150 yang dihargai Rp 30,1 juta.
Mesin
Yamaha WR 155R dipacu mesin berkapasitas 155cc, Liquid cooled, 4 langkah dengan teknologi VVA yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 12,3 KW/ 10.000 rpm dan torsi sebesar 14,3 Nm/ 6.500 rpm.
Adapun dua pesaingnya, Kawasaki KLX 150 mengusung mesin 144 cc, sementara Honda CRF 150L mengandalkan mesin 149cc.
Dimensi
Dari segi dimensi, Yamaha WR 155R lebih kecil dibandingkan dua pesaingnya. Ia memiliki dimensi panjang 1.965 mm, lebar 800 mm, dan tinggi 1.065 mm.
Baca Juga: Resmi Meluncur, All New Yamaha NMax 2020 Belum Bisa Dipesan
Sementara Kawasaki KLX 150 memiliki dimensi panjang 2,050 mm , lebar 830 mm, dan tinggi 1,115 mm. Honda CRF 150L dimensinya lebih besar lagi, dengan panjang 2.119 mm, lebar 793 mm, dan tinggi 1.153 mm.
Suspensi
Yamaha WR 155R datang dengan suspensi telescopic berdiameter besar mencapai 41 mm. Sedangkan suspensi belakang, didukung dengan Link Type Monocross yang dapat diatur tingkat kekerasannya sesuai dengan selera pengguna.
Kawasaki KLX 150 menggunakan suspensi Inverted Telescopic Front Suspension dan Monosuspension with Pro-Link Suspension System. Honda CRF 150L memiliki suspensi 33 mm telescopic fork dan disokong suspensi belakang Uni-Trak, with 5-way adjustable preload.
Ban
Yamaha WR 155R dipersenjatai ban depan berukuran 110/70-17M/C (54S) dan ban belakang 140/70-17M/C (66S).
Sementara Kawasaki KLX 150 datang dengan ban depan berukuran 70/100-19M/C 42P dan ban belakang 90/100-16M/C 51P. Honda CRF 150L dibekali ban depan 2.75 – 21 45P (ban dalam) dan 4.1 – 18 59P (ban dalam) untuk ban belakang.
Berita Terkait
-
Motor Trail Penantang Kawasaki KLX 150 dari Honda: Bukan CRF150L, Harga Setara Vario
-
Bikers Yamaha di Sulawesi Selatan Tak Pernah Ketinggalan Berpartisipasi dalam bLU cRU Riding Experience Pakai WR155R
-
Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge Hadir Meriah di Kalimantan, Perdana Digelar di Luar Jawa
-
Gelar Ajang Balap Enduro WR 155 R Perdana, Yamaha Suguhkan Trek Off-Road di Jawa Barat
-
Gratis untuk Umum: Nonton SHELL bLU cRU Yamaha Enduro Challenge di Sentul Akhir Pekan Ini
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?