Suara.com - Wabah Wuhan Coronavirus atau 2019-nCoV masih berlangsung, sejumlah perusahaan otomotif seperti Honda dan Nissan mengambil keputusan. Yaitu membatasi para pekerjanya atau karyawan bila mesti melakukan perjalanan dinas ke China.
Keputusan yang diambil oleh kedua perusahaan otomotif asal Jepang ini tentunya tidak lepas dari semakin menyebarnya Wuhan Coronavirus di Negeri Tirai Bambu itu.
Melansir Reuters, Honda merekomendasikan karyawan mereka agar tidak bepergian ke China. Sedangkan Nissan akan mengevakuasi sejumlah karyawan mereka yang ditempatkan di Kota Wuhan, asal virus mematikan ini ditemukan perdana.
Seperti diketahui, produsen kendaraan dan perusahaan produk mewah mulai merasakan dampak penyebaran Coronavirus. Dampaknya turut memperburuk pertumbuhan ekonomi China.
Wuhan adalah salah satu kota otomotif China, dengan sejumlah pabrik pemasok mobil ke pasar lokal negara itu. Sebut saja beberapa pabrikan otomotif seperti General Motors (GM), Nissan, Renault, Honda dan PSA Group adalah beberapa produsen utama yang membuka pabrik di Wuhan.
Semua pabrikan asing ini mengoperasikan pabriknya masing-masing melalui kerja sama dengan perusahaan China. Misalnya, pabrik GM-SAIC mempekerjakan 6 ribu staf di Wuhan, atau hampir 10 persen dari tenaga kerja GM di negara itu.
Selain perusahaan otomotif, beberapa perusahaan global seperti Facebook, LG Electronics, hingga Standard Chartered juga mulai melakukan pembatasan aktivitas terhadap para karyawannya yang akan dinas ke China.
Baca Juga: Kota Otomotif China Terpapar Coronavirus, Ini Prediksi Penjualan Mobilnya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Usai Aksi Warga, Wali Kota Solo Perintahkan Pemeriksaan SCMPP dan Dampak Lingkungan Putri Cempo
-
Piala Presiden 2026: Shin Tae-yong Senyum Lebar, Persija Imbangi Port FC Usai Tertinggal Dua Gol
-
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
-
Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta
-
Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?
-
Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar
-
Bidik World Athletics Label, PB PASI Puji PLN Electric Run 2026
-
Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib