Suara.com - Merebaknya virus corona di berbagai daerah membuat pemerintah di beberapa daerah mencanangkan kebijakan untuk meliburkan sederet instansi agar masyarakat tak tertular virus tersebut.
Namun hal ini tak diterapkan di semua daerah. Misalnya di Yogyakarta, masyarakat masih beraktivitas secara normal walaupun sudah ada orang yang positif terkena virus ini.
Terkait hal tersebut, menurut dr.Rinaldi Sahputera, MMR, seorang dokter dari RS PKU Muhammadiyah Wonosari berujar bahwa yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan memahami penyebaran virus tersebut.
"Penyebaran corona harus dipahami. Kan ada carrier atau pembawa, dia belum menunjukkan gejala tapi sudah membawa virus dan bisa menulari. 80% penyebaran disebabkan oleh pembawa." ujar Rinaldi saat dihubungi via telepon oleh Suara.com.
"Karena kurang paham, itu kenapa saat pemerintah mencanangkan lockdown tapi masyarakat malah piknik." imbuhnya.
Khusus untuk para pemotor, dokter yang juga anggota dari Benelli Owner Indonesia ini mengimbau agar masyarakat mengurangi kegiatan touring terlebih dahulu.
"Hindari touring dan kopdar, setidaknya hingga 29 Mei sesuai arahan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Kalau solo riding secukupnya saja." kata pemilik Benelli Motobi 200 EFI tersebut.
Selain itu, jika hendak berkendara, pastikan anda menggunakan masker yang proper.
"Ketika keluar, gunakan masker. Tapi bukan masker motor karena itu kurang ampuh menangkal virus. Gunakan masker medis yang punya tiga lapisan. Selain itu, hindari pergi ke tempat-tempat ramai." kata Rinaldi.
Baca Juga: Arus Mobil ke Luar Kota Jakarta Menurun, Yuk Lakukan Social Distancing
Lalu ia juga mengimbau agar para bikers senantiasa menjaga kebersihan dan selalu jaga daya tahaun tubuh.
"Gunakan sarung tangan yang full, bukan yang kelihatan jarinya. Selain untuk mencegah sentuhan langsung, juga lebih aman. Lalu hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci. Selalu sedia hand sanitizer, cuci tangan setiap berhenti dan melepas sarung tangan." tuturnya.
"Jaga daya tahan tubuh dengan makan secara teratur dan mengkonsumsi suplemen, khsuusnya vitamin C. Hindari begadang." pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ekspor Mobil Utuh Toyota Tumbuh 10,7 Persen di Semester I 2026
-
Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik
-
Drama Wheelie di Prancis! Kiara Ramadhipa Ngamuk Salip 7 Pembalap, Amankan 5 Besar Moto3
-
Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia Gendong Teknologi E-Clutch
-
Ramadhipa Jaga Asa Juara Moto3 Junior Walau Terhambat Kesalahan Start di Prancis
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup