Angga Roni Priambodo
Senin, 20 Juli 2020 | 14:11 WIB
Menambah Kapur Barus ke Tangki Bensin. (Facebook/Riski/Lik Wawan)

Suara.com - Beragam cara dilakukan oleh pemilik mobil agar performa mobilnya meningkat. Salah satunya adalah mengaplikasikan mitos yang berkembang bahwa kapur barus bisa meningkatkan nilai oktan.

Nyatanya, bukannya meningkatkan performa malah ada efek buruk yang mengerikan yang dihasilkan dari percampuran bensin dan kapur barus.

Dengan meningkatnya oktan bensin, diyakini performa mobil akan meningkat. Apalagi, dalam kapur barus terdapat senyawa kimia naphthalene yang memiliki oktan 90.

Namun senyawa naphthalene tersebut juga harus diimbangi dengan bahan bakar dengan oktan di bawah 90. Jika mencampur kapur barus ke dalam bahan bakar di atas oktan 90, maka bisa dibilang hampir tidak ada manfaatnya.

Sayangnya, yang terdampak efek buruk percampuran bensin dan kapur barus adalah manusia, bahkan disebut bisa menyebabkan kanker.

Selain kanker, zat buang dari bensin yang dicampur kapur barus juga disebut bisa menyebabkan neurotoxic seperti vertigo, gastrointestal distress dan hepatic. Disebutkan juga bisa menyebabkan katarak  bila terkena mata.

Menambah Kapur Barus ke Tangki Bensin. (Facebook/Riski/Lik Wawan)

Mitos yang berkembang pada zaman dulu itu pun ramai dihujani komentar warganet lain, lantaran efek buruk yang bisa ditimbulkan.

"Buat yang pakai (kapur barus) kalian sudah turut serta membunuh sesama manusia dengan mempercepat kena kanker pernapasan," kata Togi.

"Mending kuras aja tangkinya, polusi udah parah sih, jangan ditambahi (aneh-aneh). Kasihan untuk manusia." tambah Syahrul.

Pernah terpangaruh oleh mitos ini?