Suara.com - Alief Gustakhiyat atau biasa dikenal dengan sebutan Alip Ba Ta merupakan seorang Youtuber yang banyak dikenal karena kemampuan mencengangkan saat dirinya bermain gitar.
Tak jarang, beberapa videonya berhasil mengundang decak kagum dari pemirsa Youtube luar negeri.
Namun, tak cuma di situ kebolehan dari gitaris fingerstyle asal Ponorogo, Jawa Timur ini. Pria 31 tahun tersebut rupanya cukup ahli mengenai seluk beluk dunia otomotif.
Dalam sebuah video di Youtube, Alief rupanya sempat melontarkan kritik pada sebuah proyek sepeda motor berbahan bakar listrik.
Video tersebut diunggah 2016 lalu oleh salah satu kanal milik televisi swasta tanah air, memperlihatkan motor prototipe rancangan anak SMK di Jember.
Motor tersebut diklaim mampu berjalan selama 8 jam dengan bahan bakar 1/2 liter air yang telah dibubuhi soda api. Motor ini dapat melaju hingga 40 km/jam.
Motor ini dirancang dengan berbagai material bekas, seperti pipa alumunium dari antena televisi yang berfungsi sebagai tabung generator penyimpan air.
Bagaimana sistem kerja dari motor ini? Air yang sudah dibubuhi soda api, lalu dialiri tegangan listrik 12 volt hingga mendidih dan menghasilkan uap. Agar optimal, bagian tersebut diberi filter. Uap air inilah yang menggerakkan karburator.
Tak semua air bisa digunakan. Salam video tersebut, dibeberkan bahwa cairan yang bisa digunakan harus memiliki kadar asam rendah.
Baca Juga: Era Motor Terelektrifikasi India, Inilah Skuter Listrik TVS iQube
Terkait hal tersebut, Alip mengaku bahwa dirinya pernah mencoba proyek serupa, namun terdapat beberapa kendala.
"Secara teknis itu gak akan efektif, pasti tekor suplay arusnya, ibarat 'besar pasak daripada tiang'," tulisnya.
"Generator motor standart biasanya mampu mensuplay arus berada di kisaran 3,5 A - 9 A. Nah sedangkan itu aki yang dipakai di motor itu dia pake aki mobil 35 A untuk proses hidrolisisnya (pemecahan H2O menjadi H2 + O2). Generator sepeda motor mau lilitan emailnya dibikin segede apa biar bisa suplay arus 35 A? Mau dimodif pake dinamo ampere mobil pun pasti mustahil, karena motor cuma punya 1 silinder, gak akan kuat..."
"Kalau pun misalnya dia berhasil bikin generator listrik sebesar itu di sepeda motor, lha kan mendingan energi listriknya itu langsung untuk tenaga pemutar motor listrik, lebih efisien dan yang pasti nggak ada gas buang (emisi 0).. & 1 hal lagi : proses hidrolisis seperti ini sangat berbahaya, karena gas hidrogen itu sangat liar, tidak berwarna, tidak berbau, ledakannya bersifat exsplosive (ledakannya sangat cepat), kalo di RPM tinggi & terjadi "api balik" tu tabung hidrolisis bisa meledak & wasallam sodara-sodara .. 2009 - 2010 saya & kawan2 bengkel pernah riset ini," ungkap Alip Ba Ta.
*Untuk melihat video terkait, klik di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan