Suara.com - Honda mengumumkan telah menjual pabriknya di Swindon, Inggris, kepada perusahaan logistik Panattoni yang ingin melebarkan lini bisnis seperti Amazon.
Dengan penjualan itu, otomatis seluruh aktivitas produksi akan dihentikan, dan Honda berencana ketuk palu pada akhir Juli 2021. Setelah itu, pabrik akan berhenti secara total.
Direktur pelaksana Honda Britania Raya, David Hodgetts mengatakan bahwa keputusan yang diambil sudah final dan mereka harus melakukannya dengan berat hati.
"Kami harus mengambil keputusan yang sulit pada Mei 2019 lalu," ujar David Hodgetts, seperti dikutip dari AutoExpress.
Sebagai informasi, pabrik Honda di Swindon adalah pabrik perakitan yang selama ini memproduksi sedan Honda Civic. Dalam setahun, pabrik Honda di Swindon ini bisa memproduksi hingga 150 ribu unit mobil.
Penutupan pabrik oleh Honda disinyalir karena masalah Brexit atau Britain Exit, yang memisahkan diri dari jaringan kerja sama ekonomi sesama negara Eropa. Namun perusahaan memilih bungkam.
Honda beralasan penutupan pabrik di Swindon karena mengikuti perkembangan zaman dengan lebih fokus untuk manufaktur kendaraan listrik. Dan kabarnya Honda siap meluncurkan Honda Civic generasi kesebelas dalam waktu dekat.
Berita Terkait
-
Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur
-
Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Bisnis Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Ingin BUMN Ambil Alih
-
Inggris Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Spanyol Buntut Darurat Nasional Kebakaran Hutan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123