Suara.com - Pemerintah menetapkana pelarangan untuk melakukan mudik lebaran mulai dari 6 sampai dengan 17 Mei 2021.
Hal ini guna mengurangi penambahan kasus baru covid-19. Kebijakan ini dinilai cukup kontroversial.
Tetapi demi untuk membasmi Covid-19, pemerintah harus bersikap tegas dengan mengeluarkan kebijakan ini.
Mendengar hal ini, salah satu komika ternama, Ernest Prakasa turut memberikan respons dengan membuat sebuah video singkat di akun Instagram pribadinya.
Ia menyebut kalau langkah ini bisa berhasil jika tegas dalam penerapannya.
"Apa yang dilakukan pemerintah untuk melarang traveling di 6-17 Mei langkah kontroversial. Tapi menurut gue it's need to be done dan gue apresiasi ketegasannya. Semoga penerapannya juga tegas," ujar Ernest dalam video pribadinya yang diunggah di akun Instagram.
"Itu challenging banget dari mobil, kereta , bis semua (tak boleh ke luar kota). Tapi ini menurut gue masuk akal. Ini pilihan yang wise. Karena apa? Bayangin teman-teman, kita pernah ada di 14.000 kasus baru per hari. Sekarang kita udah turun jadi 4.000-5000 (kasus baru) per hari. Kalau kita enggak bisa jaga, nanti naik lagi. Nanti PR (repot) lagi nuruninnya," tambahnya.
Langkah ini diharapkan Ernest bisa lebih tegas. Bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halaman lebih baik ditunda dulu sampai kasus Covid-19 turun.
Ia juga berpesan jika hendak keluar rumah selalu menereapkan protokol kesehatan agar penularan bisa diminimalisir.
Baca Juga: Mudik Dilarang Sopir Menjerit, 'Yang Sudah Mati Suri, Jangan Dilarang Lagi'
"Kita jaga di bawah semoga pandemi juga selesai. So buat teman-teman yang udah beraktivitas normal, jangan bosan pakai masker terutama bila lebih di dalam ruangan. Stay healthy," tutup Ernest Prakasa.
Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim