Suara.com - Badan Bea Cukai dan Monopoli Italia baru-baru ini menyita sebuah Rolls-Royce Phantom yang dipesan untuk sebuah perusahaan di Roma, karena memiliki interior berlapis kulit buaya.
Di Italia buaya merupakan spesies yang dilindungi dan tidak boleh diperdagangkan, karenanya para pemilik mobil mewah macam Rolls-Royce harus hati-hati dengan keinginan mereka.
Kulit buaya diatur di bawah Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Langka yang Terancam Punah (CITES). Meskipun ini merupakan perjanjian multinasional.
Adapun Rolls-Royce yang disita itu diketahui tidak memiliki dokumen yang lengkap, terutama terkait interiornya yang eksotik tersebut. Pihak berwenang Italia telah menawarkan solusi, yakni mencopot kulit buaya di interior untuk meringankan hukuman.
Melansir Carscoops, kejadian seperti ini sebenarnya bukan kasus pertama yang ditemukan untuk sebuah kendaraan premium, khususnya untuk mobil dari Rusia seperti pada kasus ini.
Sebelumnya insiden serupa juga sempat ditemukan oleh pihak berwajib. Saat itu interior mobil dibalut dengan kulit penis paus dan memicu kemarahan internasional.
Rolls-Royce Phantom merupakan mobil jenis sedan yang mulai di produksi pada tahun 2003. Kemewahan mobil Rolls Royce Phantom yang memiliki 4 pintu ini sangat sulit ditandingi oleh mobil mewah lainnya.
Tidak heran jika harganya sangat mahal dan menjadi pilihan banyak tokoh berpengaruh di dunia. Harga termurah mobil ini dipatok Rp 20 miliar.
Baca Juga: Gara-Gara Modifikasi Jok, Pemilik Rolls-Royce Ini Harus Berurusan dengan Aparat
Berita Terkait
-
Momong Princess R, Syahrini Tenteng Tas dari Kulit Buaya Harganya Gak Kira-kira
-
Bos Huawei Sesumbar Bisa Ciptakan Mobil Listrik yang Melampaui Maybach dan Rolls-Royce Phantom
-
Rolls-Royce Bespoke Collective Edisi Khusus Tahun Naga
-
Pajak Mobil Raffi Ahmad yang Satu Ini Setara 7 Avanza, Segini Harganya
-
Jarang-jarang Pakai Barang Branded, Dompet Kulit Buaya Raffi Ahmad Harganya Bikin Syok
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo